( LIONEL BONAVENTURE/AFP/Getty Images)

Neymar Jr. telah sukses mencuri perhatian dunia belakangan ini dengan saga transfernya yang menghebohkan ke Paris Saint Germain. Penikmat sepakbola maupun tidak, semua mata tengah tertuju pada sosok striker muda asal Brasil yang kini bisa dibilang merupakan manusia termahal di dunia. Dengan banderol di kisaran 220 juta Euro, Neymar telah menghancurkan rekor transfer sebelumnya yang dipegang Paul Pogba hingga berkeping-keping, yang jumlahnya bahkan tidak mencapai setengah dari yang baru saja ditembusnya.

Media pun ramai-ramai mengulas dan membuat ratusan perbandingan tentang apa yang dapat diperbuat dengan harga transfer mantan pemain Barcelona itu–mulai dari satu tim sepakbola berkualitas hingga cimol gratis (!) untuk seluruh penduduk Indonesia. Namun bagaimanakah semua itu bermula? Berikut Bolazola beberkan tahap demi tahap terjadinya proses transfer Neymar yang mengguncang jagat raya itu. Yuk, kita simak bersama!

Bermula pada tahun 2016

Neymar tandatangani kontrak baru di Barcelona; sekarang semua tinggal kenangan..

Pada bulan Oktober tahun lalu, media Goal pernah melaporkan bahwa PSG mencoba mendatangkan Neymar dengan tawaran harga 222 juta Euro, serupa yang mereka lakukan saat ini. Namun kala itu, tidak banyak yang menggubris peristiwa tersebut dan menganggapnya sebagai kekonyolan semata. Neymar sendiri pada akhirnya memilih untuk membubuhkan tandatangannya kepada sodoran kontrak baru Barcelona, namun harian Goal juga menutup laporan mereka dengan mengatakan bahwa PSG tidak menyerah dan siap menghabiskan dana pengeluaran untuk mendatangkan pemain impian mereka itu..

 

Riak itu Muncul Kembali

Neymar & Messi; Persaingan Terselubung Yang Mematikan

Setelah hampir semusim, berita ketertarikan PSG sempat tenggelam namun sekonyong-konyong kembali mencuat di bulan Juli 2017 setelah Neymar dikabarkan mulai ‘tidak nyaman’ di musim kelimanya di Camp Nou. Beberapa sumber dekat mengatakan bahwa sang pemain mulai terusik dengan statusnya yang kerap berada di bawah bayang-bayang rekan setimnya, Lionel Messi, dan terbujuk rayuan bahwa Neymar harus angkat kaki dari Barcelona untuk lepas dari hal tersebut dan berpeluang untuk meraih gelar Ballon d’Or impiannya.

“Anda tidak bisa menjadi Pemain Terbaik FIFA jika anda bahkan bukanlah pemain yang menonjol di tim anda sendiri. Saya pikir bukanlah kebetulan sama sekali spekulasi ini mencuat hanya beberapa saat setelah Messi menandatangani kontrak baru bersama Barca” Demikian analisa dari Pakar sepakbola Amerika Selatan, Tim Vickery kepada BBC Radio 5 Live tanggal 18 Juli silam.

 

Sebuah Terobosan

Laporan eksklusif dari media Brasil, Esporte Interativo dengan cepat membuat dunia sepakbola kembali geger setelah mengklaim bahwa Nyemar telah ‘menerima’ tawaran dari PSG dan jelas sekali bila juara Liga Prancis di enam kesempatan itu lebih dari siap untuk mengaktifkan klausul pelepasan Neymar di kontrak Barcelona yang berada di kisaran harga 222 juta Euro. Hal ini merupakan indikasi pertama bahwa Neymar bisa meninggalkan klub raksasa Spanyol tersebut dan tak ada seorangpun yang mampu benar-benar menghentikan dirinya.

 

Tetaplah Tinggal , Bro..

Seakan tersengat dengan fakta yang nyaris mustahil itu, sejumlah pemain Barcelona pun bergerak cepat untuk meminta Neymar mengubah pikirannya dan tetap tinggal di klub tersebut. Media Spanyol mengungkap sejumlah rekan senior Neymar di tim utama Barca, mulai dari Gerard Pique, Luis Suarez hingga Lio Messi sendiri mengupayakan sebaik mungkin agar mantan pemain andalan Santos itu tidak merealisasikan  rencananya.

Untuk sejenak, sepertinya upaya mereka berhasil, terlebih setelah Gerard Pique mengunggah foto dirinya tengah merangkul Neymar dengan caption yang bertuliskan ‘dia tetap tinggal’. Publik sepakbola, terutama fans Barcelona pun menghela nafas lega.

Namun belakangan terkuak, bahwa kata-kata di bawah foto itu lebih merupakan harapan Pique sendiri ketimbang konfirmasi terhadap kenyataan yang berjalan..

 

Kala ‘Muak’ Mengemuka

Belum lama ini, harian Sport melansir sebuah sumber di ruang ganti yang mensinyalir bahwa Barca sendiri sesungguhnya sudah mulai muak dengan saga transfer Neymar. Apakah ia ingin tinggal atau hengkang, mereka ingin hal itu segera dihentikan. Pasalnya, menurut sumber tersebut, Neymar terlalu melebih-lebihkan keputusannya sendiri dan membuatnya menjadi santapan publik, dan membuat sejumlah pemain menilai jago dribel asal Brasil itu telah merusak reputasi dan imej klub tersebut selama melakukan tur pramusim di Amerika Serikat.

Josep Maria Bartomeu; Lempar Handuk Soal Neymar

Presiden Barcelona sendiri, Josep Maria Bartomeu akhirnya mengaku pasrah dan menyatakan bahwa semua keputusan berada di tangan Neymar dan klub tak akan bisa berbuat banyak untuk menghalanginya.

“Kami ingin ia berlanjut bersama kami, ia masih memiliki sisa empat tahun masa kontrak, tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Anda tahu jika seorang pemain memutuskan ia hendak pergi, mereka bisa memutuskan. Tapi sejauh ini bagi Barcelona, kami menginginkannya dan kami membutuhkannya.” ungkap Bartomeu dalam sebuah wawancara pada New York Times tanggal 28 Juli silam.

Tak hanya sampai di sana, keesokan harinya, sang presiden memberi sinyal ‘bendera putih’ yang kian nyata terhadap saga transfer pemain bintang kesayangannya tersebut. “Saya katakan sepakbola bisa berubah sangat banyak, itu bisa menjadi sangat dinamis. Jadi jika pemain manapun hendak hengkang, dia tidak merasa nyaman, membayar klausul transfernya bisa mengijinkannya pergi ke tim lain” tukas sang Presiden getir.

Tensi pun kian meninggi di tubuh tim utama Barcelona sejak pernyataan-pernyataan tersebut bergulir, hingga bukan kebetulan kala Neymar tertangkap kamera terlibat perkelahian dengan rekan barunya, bek kanan Nelson Semedo di satu sesi latihan.

 

Ganjalan (Semu) Itu Bernama Financial Fair Play

Neymar diperkenalkan di Stadium Parc de Prince

Setelah ‘drama’ perkelahiannya tersebut, Neymar dan Barcelona semakin menjadi sorotan dunia. Jadi atau tidak, proses dan keputusan transfer pemain tersebut ke PSG harus segera berjalan, dan benar saja, tak lama kemudian PSG pun berhasil menghimpun dana untuk mengaktifkan klausul pelepasan ‘gila’ tersebut, namun Barcelona tak tinggal diam dan mengambil langkah terakhir mereka dengan melaporkan klub Prancis tersebut ke UEFA atas dasar pelanggaran aturan Financial Fair Play. Namun tembok terakhir itu pun gagal menahan kepergian Neymar, bahkan setelah pimpinan La Liga Spanyol sendiri turun tangan untuk menghambat proses transfer dana dari PSG tersebut. Neymar akhirnya secara sah dipinang oleh PSG.

Ini merupakan kali pertama bagi klub Prancis manapun untuk memecahkan rekor transfer dunia setelah sebelumnya selalu didominasi oleh Italia, Inggris dan Spanyol sejak tahun 1893. Sebagai catatan, rekor transfer pertama di abad tersebut hanyalah sebesar 100 poundsterling.

 

Dana Segar Melimpah, Lalu Apa Barca?

Verratti dan Coutinho; Lebih Bisa Didatangkan Barca Sekarang

Secara krusial, sesungguhnya dana segar dari hasil penjualan Neymar dapat digunakan Barca untuk mendatangkan pemain manapun yang mereka inginkan di bursa transfer musim panas ini. Klub Catalan itu memang ditengarai tengah mengalami krisis budget transfer sejak beberapa tahun belakangan, jauh ketinggalan dari rival utama Real Madrid, namun kini, seiring derasnya uang mengalir ke pundi-pundi mereka, permasalahan itu pun seketika menghilang.

Ada dua nama yang menurut para pengamat saat ini amat berpotensi untuk pindah ke Barcelona; Marco Verratti dan Phillipe Coutinho. Verratti telah lama menjadi bidikan Barcelona dan playmaker asal Italia itu sendiri sudah menyatakan tertarik untuk membela Blaugrana, namun sejauh ini PSG selalu menolak untuk bernegosiasi. Kedatangan Neymar ke Paris kemungkinan dapat melunakkan hati mereka dan mempersilahkan Barca memulai pembicaraan dengan bintangnya tersebut. Namun karena aturan Financial Fair Play pula, nampaknya PSG tak akan melepas Verratti dengan harga murah, sehingga dana yang dikeluarkan Barca untuknya bisa jadi lebih banyak dari semestinya.

Sementara Phillippe Coutinho juga nampaknya kembali diincar Barca setelah tawaran sebesar 80 juta Euro terhadap sang pemain sempat ditolak oleh Liverpool, namun dengan daya beli Barcelona saat ini, bisa jadi Liverpool akan tergoda untuk menjual playmaker Brasil andalan mereka, terlebih jika Barca bersedia membayar lebih dari 100 juta Euro, yang berada di atas angka yang mereka keluarkan kala memboyong Luis Suarez beberapa musim lalu.

 

Untuk Neymar Sendiri?

Setelah berhasil mewujudkan keinginannya untuk menjadi besar di sebuah klub tanpa bayang-bayang pemain legendaris (dan menciptakan legenda tersendiri pada prosesnya), kini apa yang musti dilakukan seorang Neymar?

Jawabannya cukup mudah; menjadi sosok terutama.

Inilah saat yang tepat bagi Neymar, di usia 25 tahun, untuk membuktikan bahwa ia memang layak dibanderol dengan harga selangit, menjadi megabintang tunggal di tim barunya, dan (mungkin) yang terbaik di dunia. Tugas pertama Neymar adalah membawa PSG untuk memenangkan Liga Champion; suatu hal yang tak pernah dilakukan klub tersebut setelah sempat mencicipi gegap gempita semifinal ajang bergengsi tersebut 12 tahun silam. Itu adalah momen yang tepat bagi pembuktian diri seorang Neymar.

Terlebih jika ia bisa melakukan hal tersebut, sekaligus menghantar tim nasional Brasil meraih gelar Piala Dunia di Rusia musim panas mendatang, maka nyaris tidak mungkin Neymar tidak akan memborong gelar Ballon d’Or dan Pemain Terbaik FIFA idamannya di bulan Januari 2019 mendatang.

Eta terangkanlah, Neymar!

 

Comments