Pelatih Manchester United Jose Mourinho dikenal sebagai sosok yang arogan. Ucapannya yang sarkas dan sindiran-sindirannya tak jarang membuat orang kesal padanya. Namun, dibalik semua itu, ia adalah pribadi dengan hati mulia yang tak segan membantu sesama yang kesusahan.

Sejak awal menapaki kesuksesan bersama Chelsea, Mourinho sudah memasang tembok pemisah yang tinggi antara dirinya dengan pers maupun sesama pelatih. Kontroversi demi kontroversi lahir dari ucapannya, mulai dari menyebut diri sendiri dengan julukan ‘The Special One’, menuding keberpihakan wasit, menyerang manajer tim lain dengan kata-kata pedas dan menyakitkan, hingga mencolok mata staf pelatih tim lawan.

Segudang perbuatan tidak menyenangkan tersebut bahkan sudah mencoreng rapor karir Mourinho, dimana ia acapkali dikenai hukuman dilarang mendampingi anak asuhnya di lapangan. Denda materiil pun menjadi santapan rutin Mou.

Namun dibalik semua itu, Mourinho adalah sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Ia tercatat sebagai salah satu tokoh sepakbola paling aktif dalam melakukan kegiatan amal dan sosial, seperti pada acara pengumpulan dana UNICEF bulan November silam. Mourinho tak cukup hanya ambil bagian dengan menyumbangkan sejumlah barang pribadinya, namun di saat-saat terakhir, ia mencopot arloji seharga 16 ribu poundsterling yang tengah dikenakannya dan langsung menyumbangkannya untuk acara tersebut.

Mourinho juga sudah lama dikenal getol melakukan perjalanan ke daerah konflik dan bencana alam di seluruh penjuru dunia untuk memberikan bantuan sebisa yang ia mampu berikan. Tak hanya kegiatan amal yang sifatnya internasional, sebuah kisah menyentuh pun pernah dilakukan Mourinho ketika ia memberikan bantuan pribadi kepada wasit Liga Inggris Mark Hasley yang istrinya divonis menderita leukimia tingkat akut. Mou yang kala itu sudah hijra ke Italia mencoba menghibur keluarga sang pengadil dengan memboyong mereka ke sebuah hotel bintang lima di Algarve selama beberapa waktu dengan biaya pribadinya. Ketika setahun kemudian Hasley sendiri mengidap tumor, Mourinho secara rutin menghubungi sang wasit untuk sekedar menyemangatinya.

Ternyata, terlepas dari semua tindak tanduk di tepi lapangan ataupun pada konferensi pers, Mourinho memiliki sisi lain yang tak ingin ia tonjolkan. Kebaikan hati yang tulus ikhlas untuk membantu meringankan beban orang lain itulah yang mungkin membuatnya cocok menyandang julukan sebagai ‘The Special One’

 

Comments