Lionel Messi memberi penghargaan terhadap pencapaian Cristiano Ronaldo dari malam sebelumnya setelah menghasilkan tampilan yang luar biasa di Barcelona melawan Lyon pada hari Rabu.

Messi mencetak dua gol dan membuat kontribusi luar biasa di Camp Nou ketika Barca menang 5-1 melawan wakil Prancis di leg kedua 16 besar Liga Champions, tiga minggu setelah leg pertama berakhir tanpa gol.

Pada hari Selasa, hat-trick Ronaldo memastikan Juventus menang 3-0 atas Atletico Madrid untuk kemenangan agregat 3-2.

Messi dikutip oleh Marca mengatakan setelah pertandingan melawan Lyon: “Apa yang dilakukan Cristiano Ronaldo dan Juventus sangat mengesankan. Saya pikir Atletico Madrid akan lebih tangguh. Ronaldo mengalami malam yang ajaib dengan tiga gol.”

Mengenai undian hari Jumat untuk perempatfinal, Messi menambahkan: “Semua lawan sangat rumit.

“Ajax (yang mengalahkan Real Madrid di babak 16 besar) misalnya, menunjukkan bahwa mereka adalah tim dengan anak muda yang luar biasa dan mereka tidak takut kepada siapa pun.

“Akan sulit tidak peduli siapa yang kita hadapi. Kami harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang sulit.”

Sedangkan pelatih Barcelona Ernesto Valverde dikutip mengatakan dalam konferensi pers pasca-pertandingan: “Kami semua sangat fokus pada kompetisi ini dan Messi juga. Dia memainkan pertandingan yang luar biasa.”

Valverde juga menggemakan sentimen Messi sehubungan dengan undian nanti.

“Tidak mungkin melihat hanya satu tim,” katanya. “Kita semua sudah berhasil melewati ini. Kita akan melihat siapa yang akan kita mainkan, tetapi lawan mana pun akan sangat rumit.”

Messi membuka skor dengan penalti gaya Panenka pada menit ke-17, dan Philippe Coutinho kemudian menjadikannya 2-0.

Lucas Tousart membalaskan satu gol bagi Lyon di menit ke-58, sebelum Messi menambahkan gol keduanya di menit ke-78 dan kemudian memberi assist pada Gerard Pique dan Ousmane Dembele.

Luis Suarez memenangkan penalti ketika ia jatuh dilanggar oleh Jason Denayer. Wasit Szymon Marciniak menunjuk titik putih dan Messi kemudian dengan tenang menjadi eksekutor setelah insiden tersebut diperiksa oleh VAR.

Marca melaporkan bahwa Suarez mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Movistar Plus: “Saya pikir saya tidak sengaja menginjaknya (Denayer) dan saya pikir itu sedikit tidak seimbang. Wasit dapat memutuskan untuk memberikannya atau tidak.”

Sementara itu, pelatih Lyon Bruno Genesio menggambarkan Messi sebagai sosok “jenius.”

Genesio mengatakan dalam kutipan di situs resmi klubnya: “Saya melihat periode pertama di mana kami banyak menderita. Barca memberi tekanan besar pada kami, yang kami tidak tahu harus menjawab apa.

“Di babak kedua, kami memiliki waktu yang lebih baik. Kami mampu memulihkan bola lebih tinggi, menimbulkan masalah dan mengurangi defisit.

“Sayangnya, Barca mencetak gol ketiga mereka pada saat itu. Itu sangat menyakiti kami dan meningkatkan semangat Barca. Ketika Messi berada pada level seperti itu, dia hampir tak terhentikan. Dia adalah salah satu pemain terbaik sepanjang masa, seorang jenius.”

Comments