PRESS ASSOCIATION Photo. Picture date: Thursday January 26, 2017.

Performa cemerlang Hull City di tahun 2017 memang tak lepas dari tangan dingin coach anyar Marco Silva. Pelatih asal Portugal tersebut mampu mengubah Hull yang tadinya merupakan lumbung gol menjadi tim ‘pembunuh’ raksasa.

Fenomena pelatih asing yang menukangi klub liga Inggris memang tengah hangat dibahas di kalangan pengamat sepakbola negara Britania Raya tersebut. Setelah Jose Mourinho yang sukses mengubah Chelsea menjadi kekuatan besar Eropa, dan Claudio Ranieri yang mengantar Leicester City menjadi kampiun Liga Inggris, agaknya klub-klub lain mulai melirik pelatih asing untuk memberi kesuksesan. Dari semua nama yang ada mulai dari Klopp hingga Guardiola, pelatih Hull City Marco Silva-lah yang perlahan mencuat sebagai salah satu yang patut diperhitungkan kiprahnya.

Kedatangan Silva ke Hull City sendiri cukup jauh di bawah radar media. Ia seakan dianggap angin lalu dan diprediksikan tak akan dapat berbicara banyak di Liga paling ketat di dunia. Wajar saja, karena track record pria Portugis yang baru berusia 39 tahun ini pun tak bisa dikatakan mentereng. Sebelum Hull City, klub yang pernah ditangani Silva ‘hanyalah’ Estoril, Sporting CP dan Olympiakos.

Namun jika diperhatikan lebih detil, tidak main-main hasil racikan Marco Silva.  Estoril yang tahun 2010  masih berkutat di divisi dua Portugal dibawanya finish di posisi 5 divisi utama tahun 2012, hingga dapat berlaga di Liga Eropa UEFA. Di Sporting CP, Silva mempersembahkan gelar Piala Liga Portugal pertama sejak 2008, dan Olympiakos dibawanya mencetak rekor rentetan kemenangan 11 pertandingan beruntun, termasuk mengalahkan Arsenal 3-2 di Liga Champion.

Advertisement

Kini, di Hull Marco Silva terbukti memang pelatih yang memiliki kualitas, terlebih jika melihat tingkat kesulitan laga yang harus dihadapi di awal karirnya di klub tersebut. Dimulai dengan memukul Liverpool 2-0, kemudian menekuk Manchester United 2-1, Silva dan tim berjuluk The Tigers kemudian melenggang dengan mengalahkan Bournemouth (3-1) dan Swansea (2-0). Meskipun juga mengalami sejumlah kekalahan, di antaranya oleh Manchester United di Piala Liga, melawan Chelsea dan terakhir menghadapi Fulham di FA Cup dengan skor cukup telak, namun performa Hull terlihat mengalami peningkatan signifikan, terlebih untuk tim yang diramalkan akan terdegradasi paling awal dan tidak memiliki kedalaman skuad yang memadai. Nama Silva pun kini disebut-sebut sejajar dengan Jose Mourinho yang memang kebetulan juga berasal dari Portugal.

Fenomena Silva tentu akan kembali memantik perdebatan mengenai kualitas pelatih asli Inggris di Liganya sendiri, yang saat ini jelas tengah tertinggal. Dari penghuni 7 besar peringkat sementara, tak satu pun yang ditukangi pelatih berkebangsaan Inggris. Hal ini sudah semestinya dijadikan pembelajaran bagi The FA (asosiasi sepakbola Inggris) untuk membenahi kualitas sehingga suatu saat kita dapat melihat lagi tim yang dinahkodai pelatih Inggris menjuarai Premier League.

Advertisement
Comments