Marcello Lippi

Marcello Lippi yakin Piala Dunia tanpa negara-negara seperti Italia dan Belanda “tidak lengkap”, dengan pelatih veteran tersebut mengajukan proposal FIFA untuk memperluas turnamen itu menjadi 48 peserta.

Lippi, yang memimpin Azzurri menjadi juara di tahun 2006, bertanggung jawab atas China yang absen pada kualifikasi untuk Rusia 2018.

Italia kalah di babak play-off dari Swedia setelah gagal mencetak gol di dua leg penentu, sementara Belanda berada di posisi ketiga kualifikasi grup di belakang tim asuhan Janne Andersson dan Prancis yang memenangi Grup A.

Namun Lippi yang berusia 69 tahun sangat yakin bahwa Piala Dunia tidak akan sama tanpa dua negara yang memiliki tradisi sepakbol bola.

“Italia dan Belanda yang gagal lolos ke Piala Dunia akan membawa turnamen nanti ke probabilitas yang lebih rendah,” kata Lippi kepada pada saluran TV China, PPTV (3/12/2017).

“Rencana FIFA saat ini untuk memperluas turnamen menjadi 48 tim (mulai tahun 2026) cukup beralasan karena ini berfungsi untuk mengurangi kemungkinan probabilitas rendah tersebut.

“Saya merekomendasikan delapan tim Eropa dan delapan tim Amerika Selatan secara otomatis lolos ke Piala Dunia. Piala Dunia tidak lengkap tanpa tim-tim kuat yang biasanya hadir. Kita harus menghormati kenyataan bahwa Piala Dunia memiliki sejarah untuk menyelenggarakan adidaya tradisional sepakbola.

“Argentina lolos ke Piala Dunia di babak terakhir (kualifikasi). Bayangkan saja sebuah Piala Dunia tanpa Lionel Messi. Sepertinya tidak salah tapi ada yang kurang, dengan tensi berbeda dan juga harapan bahkan antusiasme yang menurun.”

Turnamen tahun 2002 – yang diadakan di Korea Selatan dan Jepang – adalah satu-satunya kesempatan saat China berhasil mencapai putaran final. Tapi Lippi yang dikabarkan akan dipecat pada Agustus lalu, menyampaikan harapan agar China bisa kembali tampil di Piala Dunia.

“Saya berharap China berhasil mencapai Piala Dunia 2026, dan saya akan berusia 82 tahun saat itu,” tambah Lippi. “Jika China hanya bisa lolos ke Piala Dunia 2030, saya masih akan merayakannya, bahkan dengan bantuan tongkat.

”Tapi saya juga akan mendukung negara saya untuk menjadi juara (lagi), karena kami punya tradisi yang sangat panjang di dunia sepakbola.”

Comments