Penampilan menawan Manchester City selama bulan Oktober berimbas pada penghargaan yang diterima punggawanya. Ya, klub yang bermarkas di stadion Etihad ini berhasil meraih 2 dari 3 penghargaan Premier League untuk bulan Oktober.

Manajer Pep Guardiola terpilih sebagai manajer terbaik, sementara pemain The Citizen asal Jerman Leroy Sane menjadi pemain terbaik. Hanya gelar gol terbaik yang tidak didapat Manchester ini. Penghargaan ini diperoleh pemain sayap Southampton Sofiane Boufal berkat aksi cantiknya saat laga melawan West Bromwich Albion.

Bagi Guardiola, penghargaan ini merupakan kali kedua yang diterimanya musim ini. Sebelumnya, ia didapuk sebagai manajer terbaik di bulan September. Kejeniusan Pep dalam meramu taktik menjadikan City sebagai penguasa Premier League sampai pekan 11. Mereka bertengger di urutan pertama dengan koleksi 31 poin, terpaut 8 angka dari posisi kedua MU. Pep juga membawa City meraih 9 kemenangan beruntun di kompetisi teratas negeri Tiga Singa.

Di bulan Oktober, City tampil 3 kali dan menyapu bersih laga dengan kemenangan. Catatan ofensif mereka cukup menakutkan. Sebanyak 13 gol berhasil dijaringkan dengan hanya kebobolan 4 gol saja. Raihan ini tentu saja menjadi sinyal bahaya bagi kontestan lain Premier League.

Penampilan apik City tak lepas dari kontribusi Leroy Sane. Pemain muda ini berhasil memberi kontribusi maksimal dengan assist dan golnya. Bermain 3 kali, Sane membuat masing-masing tiga gol dan assist. Sane seolah bebas dari rotasi yang dijalankan oleh Pep. Sektor sayap kiri selalu ia tempati kala The Citizen bertanding.

Kehebatan Pep dan Sane akan kembali diuji. Manchester City dijadwalkan bertandang ke markas Leicester City pada laga GW 12 akhir pekan ini. Sebuah pertandingan yang tidak mudah mengingat musim lalu Sane dkk dilibas The Foxes dengan skor 4-2. Patut dinanti bagaimana The Citizen akan menghadapi perlawanan sengit dari Jamie Vardy dkk.

Comments