Manchester City dua kali menyamakan kedudukan melawan Liverpool untuk mendapatkan hasil imbang 2-2 di Anfield pada Minggu malam (3/10/2021).

Empat gol terjadi di babak kedua di mana Kevin De Bruyne menyelamatkan satu poin untuk tim asuhan Pep Guardiola.

Liverpool unggul melalui Sadio Mane sebelum Phil Foden memperkecil ketertinggalan. Mohamed Salah mencetak gol menakjubkan untuk membawa tuan rumah kembali unggul sebelum De Bruyne mencetak gol penyeimbang lagi di penghujung pertandingan.

Hasil imbang membuat Liverpool tetap di tempat kedua dengan Manchester City di posisi tiga klasemen.

“Pertandingan yang luar biasa. Itulah alasan selama beberapa tahun terakhir Manchester City dan Liverpool selalu di puncak karena kami mencoba bermain dengan cara ini,” kata Guardiola.

“Sayangnya kami tidak bisa menang, tapi kami tidak kalah. Itulah mengapa Premier League adalah yang terbaik. Itu sangat hebat.”

Manchester City mendominasi babak pertama dan Liverpool membutuhkan Alisson untuk membuat dua penyelamatan penting dalam menggagalkan upaya Foden.

James Milner, yang menggantikan Trent Alexander-Arnold di bek kanan, melakukan tugas besar berhadapan dengan Foden dan Jack Grealish dan menerima sedikit bantuan dari rekan satu timnya.

De Bruyne seharusnya membuat tim tamu unggul 10 menit sebelum turun minum, tetapi sundulannya masih melambung dari mistar gawang.

Advertisement

Tuan rumah merespons dengan baik dan Ederson melakukan penyelamatan bagus untuk menghentikan upaya Diogo Jota.

Liverpool unggul lebih dulu pada menit ke-59 setelah Mohamed Salah melewati Joao Cancelo untuk memberi umpan kepada Sadio Mane yang sukses mencatatkan nama di papan skor.

Manchester City mencetak gol penyeimbang 10 menit kemudian ketika Phil Foden membuat finishing yang bagus dari sudut sempit.

Mohamed Salah mengembalikan keunggulan Liverpool dengan gol solo di mana dia melewati empat pemain bertahan City dan menaklukkan Ederson.

Sang juara bertahan kembali merespons ketika tembakan keras De Bruyne terkena deflek Joel Matip.

Dan setelah pertandingan, Jurgen Klopp mengakui kelemahan timnya di babak pertama.

“Kami terlalu pasif dengan dan tanpa bola dan membiarkan City mendominasi. Itu adalah babak terburuk yang kami mainkan melawan mereka,” katanya. “Saya lebih dari senang ketika mendengar peluit turun minum karena kami harus menyesuaikan banyak hal dan kami melakukannya.

“Babak kedua benar-benar berbeda. Jika kami hanya memainkan babak kedua, saya ingin sekali menang, tetapi dengan babak pertama saya senang dengan poinnya.”

Advertisement
Comments