Usulan perhelatan Liga 1 2020 dipusatkan di pulau Jawa, mendapatkan respon dari banyak klub peserta. Arema FC menilai usulan soal tempat di pulau Jawa dapat dilakukan karena Jawa memiliki infrastruktur yang mendukung. Bagi Arema FC, ini akan memudahkan transportasi bagi klub.

Akhir bulan Juni 2020 lalu, PSSI sudah melanjutkan kompetisi Liga Indonesia. Melalui surat yang diteken langsung oleh Ketua Umum PSSI. Surat kelanjutan Liga Indonesia ini dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020. Surat ini sekaligus mencabut SKEP/48/III/2020 tentang penghentian kompetisi sepak bola di Indonesia terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia dalam keadaan kahar atau force majeure pada tanggal 27 Maret 2020 lalu.

General Manager (GM), Ruddy Widodo, memberikan pendapat soal usulan perhelatan Liga 1 2020 akan dipusatkan di pulau Jawa. Menurut Ruddy Widodo, usulan ini bisa menghemat biaya operasional. Namun, Ruddy Widodo mengakui ada ketidakadilan bagi klub di luar Jawa.

Advertisement

“Kondisinya sama, semua tim bermain di Jawa tapi memang kalau kita bicara operasional memang lebih hemat seperti itu. Walaupun dari asas keadilan memang kurang adil karena klub harusnya bertanding di depan pendukungnya sendiri. Tapi karena situasi saat ini yang tidak normal sehingga kondisinya harus seperti itu,” ungkap Ruddy Widodo, dikutip dari laman resmi Liga Indonesia.

Ruddy Widodo juga menilai infrastruktur di pulau Jawa memadai dan mendukung. Ruddy Widodo menilai akses tranportasi di Jawa sudah siap untuk menghelat Liga 1 2020.

“Alhamdulillah di Jawa sendiri infrastruktur sangat mendukung, jalan Tol sudah selesai semua jadi memudahkan akses transportasi tim. Akses transportasinya juga bagus-bagus,” lanjut Ruddy Widodo.

Advertisement
Comments