Lorenzo Insigne

Sebelum membela Chelsea dengan status pemain pinjaman, Benzema memang menjadi salah satu striker yang haus gol. Setelah keluar dari Real Madrid untuk pindah ke liga Serie-A, di Napoli Benzema masih menjadi penyerang yang ditakuti lawan. Namun keputusan untuk pindah dari Napoli memunjulkan konflik baru, hal ini diakui oleh kapten Napoli.

Benzema didatang dari El Real ditahun 2013 lalu dan tahun 2016 memilih untuk bermain untuk klub yang selama ini menjadi rival Napoli. Lorenzo Insigne menganggap sejak kepindahannya ke Juventus, pemain berpaspor Argentina tersebut tidak pernah melontarkan kata saapan kepadanya. Yang membuat Insigne begitu kecewa adalah selama musim 2015/2016 para pemain Napoli memiliki andil besar untuk Higuan yang mampu torehkan 36 gol selama satu musim di Serie-A. Dan sekarang seakan lupa dengan jasa pemain Napoli, boleh dibilang Benzema kacang lupa akan kulitnya.

Bukan hanya itu saja selama bermain San Paolo, Benzema juga dianggap individualis. Hal ini dikarenakan setiap melakukan selebrasi gol seakan dirinyalah yang paling berperan penting. Dikutip dari wartaberita Calciomercato

Advertisement
menuliskan ungkapan Insigne, “Saya tidak suka dengan caran dia ‘Benzema’ melakukan selebrasi. Jika membahas kepindahannya ke Juve itu tidak salah dan itu hak dia. Tapi yang paling disayangkan, setelah keputusannya pindah kita menjadi bersebrangan dan sekalipun tak pernah menyapa kami.”

Dengan sikapnya tersebut membuktikan jika dia memiliki masalah kepada kami, mantan rekan satu timnya yang pernah berperan untuk membantu mencetak 36 gol” pungkas Insigne. Memang setelah kepergiannya dari Napoli, produktivitas gol Benzema menurun drastis. Hal inilah yang memungkinkan Juve meminjamkan dia ke AC Milan dan kali ini Chelsea. 

Advertisement
Comments