Hugo Lloris

Kapten Tottenham Hotspur, Hugo Lloris, telah mengatakan kepada rekan satu timnya untuk bersikap realistis atas ambisi gelar liga setelah tertinggal cukup jauh dari Manchester City yang sedang memuncaki klasemen.

Arsenal memenangkan derby London utara dengan skor 2-0 atas Spurs di Emirates Stadium pada hari Sabtu, membuat mereka tertinggal 11 poin dari tim asuhan Pep Guardiola.

Tim asuhan Mauricio Pochetino kembali beraksi di Liga Champions pada Rabu dini hari nanti, setelah mengambil 4 poin dari Real Madrid untuk menjadi pemuncak klasemen Grup H, namun Lloris ingin rekan-rekannya memiliki target yang lebih sesuai setelah kalah di pertandingan terakhir.

“Sebelum kita memikirkan City, penting untuk bertahan di posisi empat besar. Ini adalah target utama tim kami,” katanya kepada wartawan, dikutip Daily Mail (21/11/2017).

“Kami mendengar dari luar bahwa Tottenham bermain untuk memenangkan gelar atau apapun itu. Yang terpenting adalah tetap konsisten di liga.

“Kami telah berada di empat besar dalam dua tahun terakhir dan kami perlu melanjutkannya, untuk melengkapi klub dalam posisi ini dan mencoba meraih lebih banyak pengalaman karena tim ini masih muda, lalu mengurangi kesenjangan dengan sebaik-baiknya.

“Jelas masa depan Tottenham akan cerah jika kami mempertahankan mentalitas yang sama. Ini ambisi yang jelas tapi harus selangkah demi selangkah.

“Memang benar bahwa kami ingin berbuat lebih banyak melawan Manchester United dan Arsenal. Sayangnya, kami tidak dapat melakukannya, jadi sangat penting untuk memiliki kemenangan karena kami harus mempertahankan posisi kami yang sekarang.”

Sementara itu, Pochettino telah membantah kabar adanya perselisihan dengan Danny Rose setelah meninggalkan bek kiri Inggris tersebut dari skuad akhir pekan lalu.

Rose, yang sempat mempertanyakan ambisi Tottenham dalam wawancara pra-musim, kembali ke lapangan bulan lalu setelah absne 10 bulan karena cedera lutut.

Dia menjadi starter di pertandingan terakhir Spurs sebelum jeda internasional, diganti pada saat injury time melawan Crystal Palace, sebelum tampil di pertandingan persahabatan Inggris melawan Jerman dan Brasil.

Kendati demikian, Pochettino memutuskan pemain berusia 27 tahun itu harus membangun kebugarannya di tempat latihan Tottenham daripada bersaing di derby London yang bisa menjadi resiko.

“Kami menganalisis pemain tersebut dan kami mengatakan kepadanya bahwa kami harus memainkan yang lainnya dan dia harus menunggu,” Pochettino menjelaskan.

“Seperti Lamela sedang bermain dengan anak-anak di bawah usia 23 tahun, untuk mencoba lebih bugar. Setelah 10 bulan, pasti sangat sulit untuk membangun kebugaran. Bukan untuk alasan lain, hanya saja dia perlu membangun dan kemudian menunggu kesempatannya.”

Comments