Jurgen Klopp mengatakan bahwa Liverpool siap untuk menghadapi pertandignan play-off Liga Champions. Namun mereka harus bersiap secara psikologis untuk ujian awal yang kritis di musim mereka.

Liverpool akan diunggulkan dalam pertandingan play-off mereka pada hari Jumat (4/8) bersama dengan Sevilla, Napoli, CSKA Moscow, dan Sporting Lisbon. Mereka akan menghindari pertandingan melawan klub sesama Britania Raya, Celtic, dan sebuah reuni dengan mantan manajer mereka, Brendan Rodgers, setelah juara Skotlandia tersebut berhasil mengalahkan Rosenborg pada hari Rabu (2/8) di babak kualifikasi ketiga untuk mengamankan tempat mereka dalam setengah dari undian tersebut.

Liverpool dapat diundi untuk bertemu dengan klub Mario Balotelli, Nice, Steaua Bucharest, Young Boys of Berne, Istanbul Basaksehir atau Hoffenheim, mantan klub Roberto Firmino, dalam laga play-off, yang akan digelar pada tanggal 15-16 Agustus dan 22-23 Agustus mendatang.

“Sangat penting bagaimana anda mempersiapkan dan keadaan pikiran anda dalam permainan seperti ini,” kata manajer Liverpool tersebut ketika di Munich, di mana timnya harus kehilangan Piala Audi setelah kalah dalam pertandingan final melawan Atletico Madrid melalui adu penalti setelah pertandingan di waktu normal hanya bermain imbang 1-1.

“Jika anda ingin menang, anda ingin menarik lawan yang lebih kecil, tapi kami bermain melawan Bayern Munich tadi malam dan bermain jauh lebih baik daripada melawan Atletico Madrid. Kami terlihat sangat kelelahan pada malam ini. Kami ingin membuat hidup sangat sulit bagi lawan kami tapi semua yang terjadi malam ini adalah bahwa kami kebobolan satu gol,” ujar Klopp.

“Kami memiliki catatan 20 tembakan. Bagi banyak pemain itu adalah pengalaman nyata. Ini adalah situasi yang menyimpang, anda membawa pemain ke situasi di mana mereka harus bermain pertandingan yang seharusnya tidak mereka mainkan. Saya senang kami tidak perlu bermain lagi pada esok hari,” tambah Klopp.

Pra musim tak terkalahkan Liverpool harus berakhir di pertandingan final di Piala Audi. Klopp membuat sembilan perubahan pada timnya yang memulai kemenangan dengan skor 3-0 ketika melawan Bayern Munich 24 jam sebelumnya dan pada babak pertama yang terjaga gelandang Albania berusia 19 tahun, Keidi Bare membuat tim asuha Diego Simeone unggul terlebih dahulu sebelum Danny Ward menyamakan kedudukan setelah berhasil mengalahkan Angel Correa.

Comments