Penggunaan teknologi Video Assistant Referree (VAR) di sepakbola internasional dipandang cukup membantu untuk menanggulangi polemik yang terjadi perihal keputusan wasit. Namun apakah VAR sudah cocok diterapkan di Indonesia? Sepertinya belum akan bisa setidaknya dalam waktu dekat ini.

CEO PT Liga Baru, Risha Adi Wijaya, belum lama ini menegaskan bahwa VAR belum akan dipakai di Indonesia setidaknya pada musim 2019/2020 ini. Risha menyebut bahwa PSSI memiliki kewenangan untuk menentukan perangkat yang akan dipakai wasit dalam sebuah laga. Selain itu, jika ingin menerapkan VAR, maka Liga Indonesia menurutnya harus menyiarkan seluruh pertandingan secara langsung; yang notabene memang masih belum dilakukan.

Meski demikian, dalam sebuah wawancara, Risha juga mengklaim telah berkomunikasi dengan perusahaan penyedia jasa VAR untuk menjajaki kemungkinan di atas.

“Jadi begini, butuh waktu satu tahun untuk proses menggunakan VAR karena proses itu harus terbiasa dengan teknologi tersebut.” tutur Risha “Kedua, kamera juga harus disesuaikan, tidak hanya mementingkan sisi komersial saja tetapi ini memang tidak mudah,” imbuh dia.

Sebagai catatan bahwa untuk memakai sistem VAR, harus ada minimal delapan kamera dalam satu pertandingan. Hal ini sesungguhnya sudah tersedia di Liga Indonesia, namun belum bisa mencapai seluruh daerah karena sulitnya medan temput di beberapa lokasi.

“Kalau dari LIB kemampuan kami sudah ada delapan kamera, dari sana kami sudah siap tapi mohon maaf untuk daerah yang jauh itu kan sulit.” cetus Risha. “Ada satu tempat yang dimana kami tidak bisa mengangkat peralatan itu untuk siaran televisi karena keterbatasan dari sisi transportasi,” ungkapnya memberi contoh.

Teknologi VAR sudah mulai merambah sepakbola Asia Tenggara. Vietnam dan Thailand sudah resmi mengaplikasikan teknologi pembantu wasit berbasis rekaman ulang tersebut di Liga mereka tahun ini, sementara Malaysia akan menyusul di tahun 2020 mendatang.

Semoga Indonesia bisa segera mengikuti ya!

Comments