Sudah lebih dari 2 bulan Liga 1 2020 ditunda. Bukan hanya membuat pemain tidak bisa bermain seperti biasa, keuangan klub mendapatkan dampak buruk akibat penundaan. Hal ini dirasakan penuh oleh Manajemen Borneo FC. Ditengah pandemi Covid-19, Manajemen Borneo FC berusaha keras untuk mencari pemasukan lain untuk terus membuat klub berjalan.

Borneo FC mengandalkan banyak pemasukan dari beberapa sumber. Pemasukan itu mulai dari sponsor, penjualan tiket hingga penjualan jersey dan cenderamata. Akibat Liga 1 2020 ditunda, dua pemasukan utama Borneo FC terhambat.

Chief Marketing Officer Borneo FC Samarinda, Novi Umar, mengakui kini Manajemen Borneo FC sedang ketar-ketir dengan pemasukan klub. Bagi Novi Umar, klub lain juga merasakan hal sama.

Advertisement

“Jelas kami ketar-ketir karena tak ada pemasukan. Ya, bukan hanya kami pastinya. Semua klub pasti mengalami hal yang sama,” ujar Novi Umar, dikutip dari laman resmi Borneo FC.

Soal pemasukan dari sponsor, Novi Umar mengakui baru mendapatkan pendapatan dari termin pertama. Sementara itu, termin kedua menunggu Liga 1 2020 berlanjut.

“Jadi dari sponsor baru satu termin. Untuk dua terminnya tentu masih tanda tanya. Tergantung liga masih lanjut atau tidak,” tambah Novi Umar.

Sementara itu, pendapatan dari penjualan jersey masih minim. Terlebih lagi, penjualan jersey masih belum maksimal.

“Untuk jersey memang kami belum ada di store. Jadi, kalau ada yang mau beli, langsung via online ke Riors,” sambung Novi Umar.

Advertisement
Comments