Leicester City saat ini tengah dalam pembicaraan lanjutan dengan mantan pelatih kepala Southampton, Claude Puel. Pembicaraan tentang pengambil alihan peran di King Power Stadium menyusul pemecatan dari Craig Shakespeare pekan lalu.

Klub tersebut telah mewancarai beberapa kandidat untuk posisi yang telah diisi sementara oleh Michael Appleton selamadua pertandingan terakhir dan pria asal Perancis tersebut telah membuat kesan positif utnuk diajak diskusi lebih lanjut. Jika pembicaraan tersebut berjalan dengan baik, Puel bisa ditunjuk sebelum pertandingan kandang pada hari Minggu (29/10) melawan tim Liga Primer Inggris lainya yang saat ini juga belum menunjuk manajer baru, Everton.

Puel dilepaskan oleh Southampton pada bulan Juni yang lalu meskipun berhasil membawa tim tersebut finis diperingkat kedelapan di Liga Primer Inggris dan bermai di final Capital One Cup. Southampton gagal di Liga Europa dan hasil domestiknya yang layak tidak dianggap cukup baik untuk menggantikan gaya permainan yang didukung oleh banyak pendukung karena terlalu defensif dan beberapa pemain tidak menyukai kebihakan rotasi dari manajer tersebut. Puel mengatakan kepada media Perancis bahwa di dipecat karena lebih dari alasan olahraga.

Skuad Leicester akan menemukan karakter yang berbeda dalam diri Puel dengan Shakespeare, dengan manajer yang membentuk hubungan hangat dengan para pemain selama bertahun-tahun sebagai asisten manajer sebelum promosi dibelakang pemecatan mengejutkan dari Claudio Ranieri pada bulan Februari. Namun catatan Puel menunjukkan bahwa dia akan membawa kelalaian taktis yang ditakutkan Shakespeare pada musim ini.

Manajer berusia 56 tahun tersebut membukukan gelar Perancis diantara prestasi manajerialnya, setelah memeanngkan gelar Ligue 1 bersama dengan Monaco,klub tempat dirinya menghabiskan seluruh karirnya sebagai pemain.

Namun dia mungkin lebih dikenal sebagao pembangung klub berukuran menengah dan pembudidaya bakat muda berkat tugas selama enam tahun untuk bertanggung jawab untuk tim Lille, yang secara teratur memenuhi syarat untuk Eropa dengan berhasil membawa tim tersebut berada di posisi papan atas. Dia terpilih sebagai Manajer of the Year di Perancis pada tahun 2005 silam, setelah berhasil emmbawa Lille finis diurutan kedua di Ligue 1 di belakang Lyon.

Comments