AP Photo/Rui Vieira)

Kiprah Leicester City di Liga Champion terus berlanjut. Si Rubah melenggang ke babak perempatfinal ajang terbesar antar klub Eropa tersebut setelah mengandaskan tim Spanyol Sevilla dengan skor 2-0.

Berlaga di Kings Power Stadium, para ‘raja’ rupanya memberikan berkat melimpah pada sebelas pemain inti Leicester. Menghadapi Sevilla yang tengah bagus-bagusnya di Liga Spanyol, Leicester datang dengan nafas baru setelah Craig Shakespeare resmi diangkat menjadi pelatih utama tim berjuluk The Foxes tersebut.

Dua minggu silam, Leicester harus mengakui keunggulan Sevilla dengan skor 2-1 saat bertandang ke Ramon Sanchez Pizjuan. Banyak pihak yang memprediksikan bahwa perjalanan sang rubah akan berakhir di babak perempat final ini, namun nyatanya mereka masih menyimpan daya magis yang membalikkan semua ramalan.

Kedua tim bermain dengan extra hati-hati di awal pertandingan, dan Sevilla jelas sekali menerapkan strategi defensif untuk mempertahankan keunggulan agregat, namun Leicester yang bermain dengan percaya diri ditambah dukungan luar biasa publik Kings Power cukup menggoyahkan mental tim tamu.

Pada menit ke 27, sang kapten Wes Morgan membuktikan kualitasnya dengan sebuah gol bersejarah setelah memanfaatkan umpan silang Riyad Mahrez. Sevilla pun mencoba membalas dengan memanfaatkan kepiawaian Samir Nasri namun berhasil dimentahkan dengan brilian oleh kiper Kasper Schemichel. Leicester mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0 dan gol tandang.

Di babak kedua, Sevilla berusaha bermain lebih terbuka dengan memasukkan bek kanan Mariano yang memiliki kecepatan ekstra serta mantan bintang Fiorentina Stefan Jovetic untuk membongkar pertahanan Leicester, namun solidnya pertahanan tim tuan rumah mampu meredam agresivitas dan kreativitas para punggawa Sevilla. Pada menit ke 54, Marc Albrighton membuat sorak sorai pendukung Leicester membahana setelah tembakan roketnya dari jarak 18 meter merobek jala Sergio Rico untuk kedua kalinya.

Drama semakin memanas di Kings Power Stadium hingga Samir Nasri harus diusir wasit karena beradu cacian dengan striker Vardy. Tak lama berselang, wasit menunjuk titik putih setelah Schmeichel menjatuhkan Vitolo di kotak 16 meter, namun tendangan lemah Steven N’Zonzi dapat dibaca dengan baik oleh Schmeichel. Pelatih Jorge Sampaoli tak kuasa menahan emosinya dan diberikan kartu merah oleh wasit untuk kedua kalinya selama Liga Champion musim ini. Unggul jumlah pemain, Leicester menggeser fokus mereka ke setengah lapangannya dan mengurung lini serang Sevilla. Skor 2-0 pun akhirnya dapat bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

Leicester pantas berpesta, pasalnya, mereka telah merajut kebangkitan mereka sendiri setelah sempat terpuruk, dan berhak menapaki sejarah untuk menjalani babak perempatfinal Liga Champion pertamanya sepanjang sejarah klub. Sang rubah nyatanya dapat menguarkan daya magisnya tanpa mantra ‘Ding Dong Dilly Dong’. Kini memang saatnya bagi mereka untuk kembali menapak realita dan menyongsong masa depan dengan kerja keras dan usaha.

Keep on howling, Foxes!

Comments