Frank Leboeuf mengakui bahwa sosok pemain lini tengah seperti Ngolo Kante itu memang mengejutkan selama dua musim terakhir ini, bersama tim Leicester City dan juga bersama Chelsea di musim ini, ia bahkan di anugerahkan sebagai lini tengah tengah terbaik versi EPL di musim ini, ia layak untuk mendapatkannya.

Hanya saja, sebagai seorang lini tengah, memang dibutuhkan yang namanya jiwa seorang kepemimpinanan, dan itu lah yang kurang bagi Kante sekarang, Leboeuf percaya bahwa Ngolo Kante perlu untuk mencari tahu bagaimana cara baginya untuk bisa menjadikan dirinya seorang pemimpin yang baik, bukan menyuruhnya untuk menjadi seorang kapten, tapi lebih kepada memberikan arahan yang baik kepada rekannya untuk bisa membantunya memantapkan permainan dari tim yang diperkuatnya.

Itu sebabnya sebagai mantan pemain timnas Prancis, Frank Leboeuf mengharapkan Kante untuk bisa mengembangkan dirinya menjadi lebih baik lagi, meski perannya di dalam lapangan sudah cukup bagus sekarang, ia perlu untuk menjadi seorang lini tengah yang mampu memimpin timnya.

“Sikap Kante sangatlah kurang bagus di dalam tim manapun yang diperkuatnya, ia pemalu dan itu yang membuat beberapa orang jengkel di sini, padahal ia bermain dengan bagus sebagai lini tengah Chelsea ataupun timnas Prancis, ia perlu untuk lebih agresif dan setidaknya bisa mengembangkan dirinya untuk di segani oleh rekannya.

“Ia mampu menjalankan tugasnya dengan baik sebagai lini tengah, tentu saja perlu baginya untuk bisa memimpin, itu demi kebaikan dirinya dan timnya juga.

“Melihat Ngolo Kante, saya tidak melihat adanya Zinedine Zidane di sana, ia tidak memiliki jiwa pemimpin dan itulah yang menjadi masalah terbesarnya, ia harus mencoba mengatasi rasa malunya, ia di perhitungkan oleh rekan dan manajernya, jadi kenapa juga ia harus malu.

“Ia harus bisa menunjukkan sisi tegasnya, saya percaya ia memiliki ide yang bagus sebagai lini tengah, ia mampu menunjukkan banyak hal besar bersama tim Leicester City di musim lalu dan di musim ini bersama Chelsea, saya tidak meragukannya, hanya saja ia kurang jiwa kepemimpinannya,” ungkap Frank Leboeuf.(NW)

Comments