Lionel Messi adalah satu-satunya pemain yang tidak akan dimiliki lagi oleh Barcelona dan Argentina lagi, kata Erik Lamela.

Messi mencetak hat-trick melawan PSV untuk mengawali perjalanan Barca di Liga Champions dengan nilai positif tengah pekan ini, sementara ia telah mencetak empat gol dalam empat pertandingan La Liga.

Namun Messi tidak bisa menjadi inspirasi tim nasional Argentina untuk sukses di Piala Dunia, dengan tim yang dipimpin Jorge Sampaoli tersingkir di babak 16 besar ditangan Prancis.

Kekecewaan di kompetisi internasional pun melanda karir Messi, dengan pemain berusia 31 tahun itu di pihak yang kalah dalam tiga final Copa America, serta di Piala Dunia 2014.

Messi melewatkan pertandingan Argentina melawan Guatemala dan Kolombia pada jeda internasional September tetapi Lamela tidak meragukan kualitas kapten Barca tersebut,

“Leo adalah pemain yang sangat penting bagi kami, untuk semua hal yang bisa ia berikan sebagai pemain dan rekan satu tim,” kata Lamela kepada Omnisport pada peluncuran FIFA19.

“Memiliki dia sangat penting untuk kelompok tim. Kita semua tahu dia adalah yang terbaik di dalam lapangan dan dia selalu mendapat nilai plus untuk memenangkan pertandingan.

“Apa yang saya lihat ketika saya bermain dan berlatih dengannya, dia sejauh ini pemain terbaik yang pernah saya lihat sejak saya bermain sepakbola.

“Pertandingan demi pertandingan, orang-orang dapat melihat hal-hal penting yang dia lakukan, betapa mudah baginya untuk mencetak gol, membuat assist, dan membuat apa yang dia inginkan di dalam lapangan. Dia sangat dihormati, dans aya yakin tidak ada lagi yang seperti dia.”

Meskipun waktunya di Tottenham sangat terganggu oleh cedera, Lamela sekarang berada di bawah kepemimpinan Mauricio Pochettino yang juga dari Argentina.

“Tahun pertama saya di sini, dia membantu saya karena bahasa Inggris saya tidak begitu bagus,” kata Lamela tentang rekan senegaranya.

“Penting bagi saya untuk memiliki manajer yang berbicara bahasa Spanyol, dan pemain Amerika Selatan lainnya, karena ada banyak pemain muda di tim yang berbicara bahasa Spanyol.

“Tapi pada akhirnya, hubungan saya dengan dia seperti yang dia miliki dengan rekan satu tim lainnya, itu sama untuk kita semua.”

Comments