SAN ANTONIO, TX - JANUARY 14: LaMarcus Aldridge #12 of the San Antonio Spurs looks on during the game against the Houston Rockets on January 14, 2021 at the AT&T Center in San Antonio, Texas. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, user is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement. Mandatory Copyright Notice: Copyright 2021 NBAE (Photos by Logan Riely/NBAE via Getty Images)

Saat ini diketahui LaMarcus Aldridge sudah resmi berpisah dengan San Antonio Spurs, beredar rumor ia bergabung dengan Miami Heat. Namun pada akhirnya, LMA memutuskan untuk bergabung dengan Nets. Keputusan ini mengejutkan semua orang. Namun, LMA memiliki alasan untuk keputusan ini. Namun selain bisa menyemangati Nets, ia juga bisa menjadi sumber bencana tim.

Beberapa hari yang lalu, LaMarcus Aldridge adalah pemain yang sangat menarik di pasar perdagangan pemain. Dia sangat ahli di bidang cat dan memiliki hit rate jarak jauh. Mantan pemain Portland Trail Blazers ini menjadi incaran tim-tim yang ingin meraih gelar juara musim ini. Kemudian pada Sabtu malam waktu setempat, LMA memutuskan untuk bergabung dengan Nets.

Memang LMA sering dikaitkan dengan Heat. Beberapa analis NBA percaya bahwa dia mungkin orang yang tepat untuk menutupi kekurangan Jimmy Butler dan timnya. Sebenarnya tidak. Sebaliknya, LMA memilih untuk bergabung dengan Nets, dan Barry Jackson dari Miami Herald mencoba menjelaskan apa yang terjadi kemarin.

Penampilan LMA di Nets membuat mereka menjadi favorit juara musim ini. The Nets sebelumnya memiliki sederet bintang seperti Kyrie Irving, Kevin Durant, James Harden, DeAndre Jordan dan Blake Griffin. Melihat komposisi ini saja, Jaring sudah menakutkan di mata lawan.

Di saat yang sama, Nets kini dikenal sebagai tim yang bisa meningkatkan semangat pemain. Lihat saja performa Blake Griffin yang mencetak 17 poin dalam waktu 20 menit pertandingan melawan Detroit Pistons. Hanya beberapa hari setelah dia pertama kali muncul di tim Steve Nash. Semoga LMA bisa melakukan hal yang sama. Dia akan segera beradaptasi dengan teman baru.

Advertisement

Namun yang jelas, tidak semua pengamat setuju dengan keputusan Alditch. Pasalnya hal ini bisa menjadi petaka bagi Nets, terutama bagi sebagian pemain muda. Mina Kimes dari ESPN menjelaskan bahwa kedatangan LMA akan mengurangi waktu bermain Nicolas Claxton. Nets Bigman muda pulih dari cedera. Matt Brooks dari Nets Daily membuat pernyataan yang sama.
Nic Claxton dianggap memiliki kemampuan bertahan yang spesial. Setelah pulih dari cederanya, pemain muda itu rata-rata mencetak 8,9 poin dan 4,4 rebound. Setelah Jarrett Allen pergi dan Spencer Dinwiddie cedera, dia menjadi kandidat yang tepat untuk melindungi area cat Nets. Dikarenakan, jika Steve Nash lebih memilih Aldridge.

Namun perkataan kedua penulis NBA tersebut belum bisa dikonfirmasi. Karena LMA belum bermain dengan Nets. Hal tersebut tentunya dapat dievaluasi setelah dilakukan pengecekan kinerja LMA di lapangan. Saat Aldridge dapat memulihkan performa aslinya, pernyataan ini mungkin salah. Jika ini terjadi, Nets benar-benar akan menjadi tim paling menakutkan di NBA musim ini. Sebab, Nets memiliki banyak pemain, gabungan para pemain ini juga telah bermain 41 kali di NBA All-Star Game.

Advertisement
Comments