Sudah lebih dari 10 bulan, kompetisi Liga 1 2020 ditunda. Kondisi ini membuat Manajemen Borneo FC prihatin. Secara terbuka, Manajemen Borneo FC mempertanyakan komitmen Pemerintah terkait dukungan kepada dunia sepakbola.

Borneo FC menjadi salah satu klub yang mempersiapkan tim dengan cukup baik. Borneo FC sudah memperpanjang kontrak beberapa pemain lokal dan asing. Klub asal Kalimantan ini, termasuk yang terus memantau perkembangan soal kelanjutan kompetisi.

Pesut Etam, julukan dari Borneo FC, mulai mempertanyakan soal kelanjutan kompetisi. Manajer Tim Borneo FC Samarinda, Farid Abubakar, mengaku heran dengan keadaan dunia sepakbola Indonesia. Farid Abubakar menilai banyak acara-acara yang tak dilarang.

“Ada apa sebenernya dengan sepakbola kita? Kenapa sampai saat ini sepakbola kita masih belum bisa bergulir karena Corona? Terus dengan acara kumpul-kumpul lainnya, kok aman-aman aja,” ucap Farid Abubakar, dikutip Bolazola dari laman resmi Borneo FC.

Farid Abubakar secara terbuka, mempertanyakan komitmen Pemerintah soal keberlangsungan dunia sepakbola Indonesia. Farid Abubakar berharap Pemerintah membantu soal perizinan kepada pihak keamanan.

“Sepakbola kita siap mengikuti protokol yang ada dan bahkan siap digulir tanpa penonton. Tapi ada apa sebenernya ini dengan perizinan negara kita? Waktu pelantikan Menpora yang baru kala itu Pak Jokowi bicara, ‘Sepakbolanya, Pak’. Presiden meminta tolong kepada Menteri olahraga untuk dibaikin sepakbola kita bukan diberhentikan sepakbola kita. Persoalan izin saya harap Menpora dan mungkin Pak Presiden kita juga bisa langsung meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan izin pertandingan,” harap Farid Abubakar.

Comments