Jurgen Klopp mengatakan dia tidak mampu menjalankan “mind games” dalam perburuan gelar Premier League setelah dituduh mencoba meniru Sir Alex Ferguson oleh mantan wasit Mark Clattenburg menyusul klaim manajer Liverpool itu bahwa Manchester United memiliki “lebih banyak penalti dalam dua tahun dari yang saya alami dalam lima setengah tahun”.

Klopp mengkritik keputusan ofisial pertandingan awal bulan ini setelah Liverpool kalah 1-0 dari Southampton, ketika Sadio Mane digagalkan dua kali oleh VAR.

Kekalahan itu, ditambah dengan kemenangan 1-0 atas Burnley pada pertengahan pekan, memastikan pasukan Ole Gunnar Solskjaer melakukan perjalanan ke Anfield pada hari Minggu sebagai pemuncak klasemen, dengan harapan berkembang di Old Trafford untuk meraih gelar pertama sejak Ferguson pension pada tahun 2013.

Ferguson membawa United meraih 13 gelar Premier League dan terkenal karena memainkan apa yang disebut “mind games”, dengan komentar terhadap manajer dan wasit selama melatih.

Tetapi setelah Clattenburg mengatakan bahwa Klopp mencoba menggunakan metode Ferguson untuk mempengaruhi wasit, manajer The Kop tersebut menegaskan bahwa langkah seperti itu tidak ada dalam karirnya.

Advertisement

“Apakah saya terkejut bahwa seseorang membicarakan apa yang saya katakan? Tidak. Apakah saya terkejut bahwa Mark Clattenburg membicarakannya? Tidak,” kata Klopp. “Saya tidak yakin apakah dia ditanyai banyak hal, tapi lama setelah karirnya, bagus baginya bahwa kami bisa membicarakannya juga.

“Tapi saya bukan Sir Alex dan ini bukan mind games. Setelah pertandingan melawan Southampton, kami memiliki pertandingan lain (Aston Villa di Piala FA) sebelum United dan saya tidak berpikir sedetik pun tentang pertandingan United pada saat itu.

“Tapi sebelum pertandingan di Southampton, saya melihat statistik tentang penalti (untuk United) dan itulah yang saya sebutkan.

“Tetapi orang-orang seperti Mark Clattenburg, berbicara bagaimana mereka berbicara, itu mengatakan lebih banyak tentang mereka daripada yang dapat dikatakan tentang saya.

“Jika dia berada dalam situasi saya, dia jelas akan menjalankan mind game, tapi sayangnya saya tidak memiliki keterampilan untuk membuat mind game dan itu masalah saya.”

Advertisement
Comments