Bos Liverpool, Jurgen Klopp, merupakan salah satu manajer sepakbola terbaik di Eropa saat ini. Namun pria berkacamata itu menuturkan awal karirnya sebagai pelatih yang luar biasa berat, bahkan disebutnya sebagai ‘misi bunuh diri’. Kenapa?

Klopp pertama kali menjajal karir sebagai juru taktik kala didapuk Mainz di tahun 2001 silam, setelah bermain sebagai bek tengah di klub tersebut. Kala itu, Mains yang berlaga di .2 Bundesliga (setara divisi 2), terancam turun ke divisi 3, namun tangan dingin Klopp berhasil menyelamatkan mereka dan mengakhiri musim di posisi 14; hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi. Tak hanya sampai di sana, hanya semusim berselang, Klopp pun berhasil membawa Mainz promosi ke divisi utama, dan pada harian Goal, ia menuturkan bahwa saat itu ia tidak menyadari tengah menjalankan misi yang beresiko besar.

“Saya sadar bahwa saya tidak punya pengalaman (sebagai pelatih), tapi sangatlah bergairah tentang kesempatan tersebut hingga pikiran untuk dipecat tidak pernah terlintas di benak saya” papar Klopp. “Saya hanya menyadarinya setahun setelahnya, bahwa tidak akan ada yang mau memberi saya kesempatan kedua jika Mainz memecat saya. Itu adalah misi yang sedikit bunuh diri” selorohnya.

Setelah sukses bersama Mainz, Klopp langsung ditunjuk untuk menangani Borussia Dortmund dan sukses merestorasi masa kejayaan klub tersebut dengan menyabet gelar Bundesliga dan kembali ditakuti di Eropa, sebelum memutuskan untuk hijrah ke Inggris bersama Liverpool pada tahun 2015. Musim lalu, Klopp mampu membawa The Reds menyelesaikan musim di posisi keempat, dan saat ini, timnya berada di posisi ketiga dengan jarak hanya satu poin di belakang Manchester United.

Comments