Tim Liga Spanyol, Sevilla menjadi buah bibir karena mampu menahan imbang klub Liverpool dengan skor 3-3 di babak kualifikasi grup Liga Champion setelah tertinggal 3 gol lebih dahulu di babak pertama. Rupanya, pengakuan sang pelatih, Eduardo Berizzo perihal kanker yang diidapnya di jeda babak menjadi motivasi kuat bagi Wissam Ben Yedder dan kawan-kawan untuk mengejar kedudukan.

Liverpool sudah 90% dipastikan menang karena unggul 3 gol dengan mudah di 45 menit pertama, namun alangkah kagetnya mereka karena di babak kedua, Sevilla bermain spartan dan mampu menjebol gawang Simone Mignolet sebanyak 3 kali juga. Setelah Guido Pizzarro menyamakan kedudukan, para pemain Sevilla pun langsung beramai-ramai menghampiri sang juru taktik, Eduardo Berizzo dan merayakan gol tersebut dengan gegap gempita bersama para publik pendukung di stadiun Ramon Sanchez Pizjuan.

Usut punya usut, ternyata kala turun minum, Berrizzo memanfaatkan kebersamaan di ruang ganti untuk mengungkap bahwa dirinya menderita kanker prostat. Hal inilah yang rupanya menjadi ‘cambuk’ bagi para punggawa Sevilla untuk memberikan yang terbaik demi menghibur hati sang pelatih yang mereka hormati. Sementara Berrizzo sendiri baru akan dijadwalkan untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan perawatan macam apa yang harus dijalaninya.

Kanker memang merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia yang memerlukan perawatan intensif untuk sekedar merawatnya agar tak menyebar. Kita tentunya berharap agar Eduardo Berrizzo dapat menghadapi kanker yang diidapnya dengan berani dan bisa sembuh seratus persen dan mempersembahkan gelar bagi Sevilla. Doa kami menyertaimu, pak!

Comments