Alih-alih menjalani sisa masa hukuman di penjara, kiper asal Brasil Bruno de Souza yang terbukti mendalangi tindak pembunuhan sadis kepada mantan kekasihnya belum lama ini dikontrak tim divisi 2 Brasil Boa Esporte. Tindakan klub tersebut mendapat kecaman dari para pemerhati hak asasi manusia di seluruh dunia.

Pada tahun 2013, kiper Bruno de Souza divonis hukuman penjara 22 tahun karena menjadi otak pembunuhan berencana terhadap mantan kekasihnya model Eliza Samudio. Namun baru tiga tahun menjalani masa hukuman, de Souza sudah melenggang bebas dari tahanan dan bahkan melanjutkan karir sepakbolanya setelah menandatangani kontrak dengan klub divisi 2 Brasil, Boa Esporte.

Eliza Samudio semasa hidup berprofesi sebagai model

Peristiwa pembunuhan sadis tersebut bermula saat Samudio melahirkan putra de Souza pada tahun 2009 silam dan menuntut sang kekasih untuk memayar tunjangan anak. Tak lama berselang, Samudio menghilang. Hasil penyelidikan polisi akhirnya mengungkap bahwa Bruno de Souza menjadi dalang penculikan Samudio. Wanita malang tersebut disekap di sebuah gubuk di Belo Horizonte oleh sejumlah teman sang kiper dan disiksa hingga tewas sebelum dijadikan makanan anjing.

Menurut harian The Guardian, tim pengacara de Souza dapat membebaskan sang klien karena lemahnya sistem peradilan di Brasil yang gagal menahan bandingnya selama bertahun-tahun. Tak sampai disana, de Souza kembali dapat menjadi pengawal mistar di sepakbola profesional setelah tim divisi 2 Brasil Boa Esporte berminat memakai jasanya. Dalam pernyataan resmi, Boa Esporte menjelaskan alasan mereka adalah memberikan kesempatan bagi Bruno de Souza sebagai mantan narapidana untuk rehabilitasi. Sebagai konsekuensi dari tindakan ‘mulia’ ini, tiga sponsor utama tim tersebut dikabarkan sudah menarik investasi mereka, dan kemungkinan besar akan disusul para penanam modal lain. Dunia pun mengecam Boa Esporte yang disebut tidak memikirkan perasaan keluarga korban yang ditinggalkan secara mengenaskan.

Comments