Tengah pekan ini, dunia sepakbola sedang bersedih atas kehilangan Diego Maradona. Sebagai sesama berasal dari Argentina, Mario Gomez mengaku pernah melawan Maradona. Kala itu, Maradona masih membela Boca Junior.

Legenda dunia sepakbola ini meninggal dalam usia 60 tahun. Esteban Vizcarra mengklaim masyarakat Argentina dan dunia bersedih dengan kepergian Diego Maradona.

Tengah pekan ini, dunia sepakbola kehilangan Diego Maradona. Legenda yang membawa Timnas Argentina menjadi juara Piala Dunia 1986 ini, memberikan duka bagi pelaku dan pecinta dunia sepakbola.

Diego Maradona meninggal di kediamannya Tigre, Buaenos Aires (25/11) karena serangan jantung. Kepergian Diego Maradona membuat Mario Gomez sedih.

Pelatih Bornoe FC ini menilai masyarakat Argentina kehilangan sosok Diego Maradona. Mario Gomez mengklaim Pemerintah Argentina menetapkan 3 hari berkabung di seluruh dunia.

Advertisement

“Semua orang di Argentina sangat sedih atas kematian Maradona. Dan pemerintah memberlakukan tiga hari masa berkabung untuk menghormatinya,” ujar Mario Gomez, dikutip Bolazola dari laman resmi Borneo FC.

Baru terkuak, Mario Gomez mengaku pernah melawan Diego Maradona pada tahun 1981 lalu. Kala itu, Maradona masih bermain di Boca Junior. Gomez mengklaim Maradona merupakan pemain terbaik di masanya.

“Saya pernah bermain melawan dia di tahun 1981. Pada saat itu dia bermain di Boca dan saya di Ferro Carrilo Oeste. Kami bertemu dua kali. Saya tak bisa mendeskripsikan kata-kata untuk dia. Dia sangat luar biasa dan hebat. Saya selalu berkata bahwa dengan Maradona, Boca bermain dengan 12 pemain. Kalian paham kan maksudnya? Maradona semasa hidupnya terbaik menurut saya,” kenang Mario Gomez.

Advertisement
Comments