Kekalahan Meksiko dari Kanada di Edmonton pada awal pekan adalah pertandingan terdingin yang pernah dimainkan El Tri, menurut berbagai sumber.

Kanada menjadwalkan pertandingan kandang terbesar dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 dalam kondisi ekstrem, memberi mereka keuntungan tambahan.

“Setiap negara menggunakan medan mereka sebagai keuntungan, dan kami melihat ini sebagai keuntungan,” kata pelatih Kanada John Herdman pasca-pertandingan. “Para pemain Kanada tumbuh di lapangan yang dingin.”

Keunggulan kandang tentu menjadi keuntungan bagi Kanada, karena kehadiran 50.000 penggemar di Stadion Commonwealth, dan itu berbanding terbalik dengan kehadiran para penggemar Meksiko.

Suhu turun hingga 14° Fahrenheit (-10° Celcius) pada saat kick-off, dengan angin dingin sebesar 5° Fahrenheit (15°) membuat cuaca semakin tidak bersahabat seiring berjalannya waktu.

“Seperti praktik standar untuk semua pertandingan, sesuai dengan aturan pertandingan, wasit akan menentukan apakah lapangan dapat dimainkan,” tulis juru bicara CONCACAF Nicholas Noble dalam email kepada The Associated Press. “Hal ini biasa terjadi.”

Advertisement

Wasit Mario Escobar mengizinkan pertandingan untuk dimainkan, sementara bek Kanada Doneil Henry juga diizinkan untuk bermain setelah pelanggaran keras saat menit pertama pada Hirving Lozano yang membuat bintang Napoli itu terjatuh. Lozano kemudian akan diganti karena tampak kesakitan, seperti yang diutarakan pelatih timnas Meksiko Gerardo Martino.

Saat pertandingan berlangsung, sebagian besar pemain di kedua tim tampaknya tidak kedinginan, dengan Meksiko memperlambat upaya awal Kanada untuk menguasai jalannya pertandingan.

Bagi Meksiko, pertandingan kedua berturut-turut mereka dalam kondisi dingin berarti kekalahan beruntun. Di Cincinnati, El Tri kalah 2-0 dari Amerika Serikat dalam pertandingan yang sebagian besar dimainkan di suhu rendah 40° Fahrenheit. Pertandingan mereka berikutnya akan dimainkan di Kingston, Jamaika, di mana suhu rata-rata bulanan di bulan Januari adalah 88° Fahrenheit (31°C).

Advertisement
Comments