Juventus mengatakan mereka tetap yakin akan ‘legitimasi’ European Super League saat mereka mengumumkan kerugian tahunan hampir 210 juta euro pada hari Jumat (17/9/2021).

Bianconeri, bersama dengan dua tim Serie A lainnya serta tiga klub dari La Liga dan enam dari Premier League, mengumumkan pembentukan European Super League pada bulan April.

Reaksi keras para penggemar langsung membuat enam klub Premier League – Chelsea, Manchester City, Manchester United, Liverpool, Tottenham Hotspur dan Arsenal – mengundurkan diri, dan mereka diikuti oleh Inter Milan, Atletico Madrid dan AC Milan.

Meskipun ada ancaman pengusiran dari sepak bola domestik dan kontinental, Juventus, Real Madrid dan Barcelona tetap menjadi bagian dari kompetisi.

“Pada 19 April 2021, Juventus bersama dengan 11 klub top Eropa lainnya, mengumumkan pembentukan European Super League, kompetisi sepak bola Eropa baru, alternatif dari UEFA, tetapi tidak untuk kompetisi liga dan piala domestik,” Juve dalam sebuah pernyataan.

Advertisement

“Kompetisi akan diselenggarakan dan dikelola oleh ESLC (European Super League Company SL), di mana setiap klub pendiri adalah anggota dan pemegang saham dengan saham dan hak yang sama, sehingga European Super League dimiliki secara eksklusif oleh klub dan bukan pihak ketiga sehingga menciptakan tumpang tindih antara mereka yang menanggung risiko bisnis dan mereka yang mengelola hak siar televisi dan radio yang terkait dengan kompetisi olahraga.

“Sampai hari ini, tidak mungkin untuk memprediksi dengan pasti hasil dan perkembangan proyek European Super League di masa depan, yang legitimasinya tetap dipercaya oleh Juventus.”

Juve juga mengumumkan kerugian besar, sebagian karena dampak finansial negatif dari pandemi Covid-19.

“Tahun keuangan 2020-2021 berakhir dengan kerugian konsolidasi sebesar 209,9 juta euro dibandingkan dengan kerugian sebesar 89,7 juta euro pada tahun sebelumnya,” pernyataan itu menambahkan.

Advertisement
Comments