(Photo by Sergei BobylevTASS via Getty Images)

Kapten timnas Nigeria, John Obi Mikel, belum lama mengungkap peristiwa mencengangkan. Ayah kandungnya, Pa Michael Obi, mengalami penculikan sesaat sebelum Si Elang Super berlaga menghadapi Argentina di babak 16 besar silam.

Kepada ESPN, Mikel mengaku bahwa ia menerima panggilan telepon dari salah seorang penculiknya hanya beberapa jam sebelum laga berlangsung di St. Petersburg. Para pelaku kriminal itu meminta tebusan sebesar 28 ribu dollar Amerika sebagai ganti nyawa sang ayah. Bukan hanya itu, penculik pun mengancam akan menembak mati sang ayah jika Mikel melibatkan pihak berwajib.

Pa-Michael Obi; Ayahanda Obi Mikel

Pa Michael Obi tengah berada dalam perjalanan menuju area penguburan di Tenggara Nigeria pada tanggal 26 Juni silam, saat ia tiba-tiba disekap. Mikel sengaja tidak memberitahukan perihal penculikan ini baik kepada rekan setim maupun pelatihnya karena tidak ingin merusak konsentrasi Nigeria jelang laga berat kontra Argentina.

“Saya bingung, saya tidak tahu harus berbuat apa, namun pada akhirnya saya tahu bahwa saya tidak bisa mengecewakan 180 juta orang Nigeria” tutur Mikel getir. “Saya harus menutupnya rapat-rapat di kepala saya dan pergi berjuang mewakili negara saya lebih dulu. Saya diberitahu bahwa mereka akan menembak ayah saya jika saya melaporkan kepada pihak berwajib atau siapapun. Dan saya tidak mau mendiskusikannya dengan pelatih karena saya tidak mau masalah pribadi saya menjadi distraksi bagi tim di hari pertandingan yang amat penting. Seberapapun saya ingin menceritakan tentang itu, saya tidak bisa” cetusnya kemudian.

Berita terakhir menyebutkan bahwa pihak kepolisian Nigeria telah berhasil menyelamatkan ayah Mikel dalam sebuah serbuan ke sarang komplotan penculik. Pa Obi pun saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena mengalami penganiayaan dari para penculiknya, namun setidaknya, keluarga mereka dapat bersyukur dirinya bisa lolos dari peristiwa keji tersebut.

Comments