Jelang IBL 2021, Bima Perkasa Yogya Harus Rela Kehilangan Nuke Tri Saputra – Kabar kurang mengenakan menghampiri Bima Perkasa Yogya menjelang berlangsungnya Indonesian Basketball League (IBL) 2021. Bima harus rela kehilangan pemain andalannya yaitu Nuke Tri Saputra.

Nuke yang bergabung dengan IBL All Stars pada tahun 2019 itu memutuskan untuk mengundurkan diri karena alasan keluarga. Ia beralasan anak keduanya yang baru lahir butuh perhatian lebih. Sedangkan intensitas latihan di Bima Perkasa yang begitu padat akan memudarkan fokusnya.

Nuke mengatakan sebenarnya kontraknya berakhir pada 1 April, namun usai berbincang dengan pihak manajemen serta dengan pertimbangan tim dan ia juga harus banyak izin karena masalah keluarga, alhasil dirinya akan dilepas dulu.

Nuke menambahkan jika dirinya masih memaksakan untuk latihan dan banyak izin, tentu saja coach kurang suka. Akhirnya diputuskan bahwa ia diminta untuk fokus dulu pada anaknya.

Kontrak Nuke akan berakhir pada 1 April 2021 namun ia belum ingin memperpanjang kontraknya di Bima Perkasa. Nuke juga belum bisa memastikan sampai kapan dirinya akan menepi dari karier profesionalnya sebagai pemain basket. Semua tergantung pada kondisi anaknya.

Menurut catatan statistik, Nuke menjadi pemain yang mempunyai possession individu terbesar mencapai 27% ketika tampil dengan rata-rata bermain 23 menit. Selain itu, ada tiga pemain lokal lainnya yang mempunyai possession individu di atas 20% dengan rata-rata di atas 20 menit yaitu Diftha Pratama mencapai 20%, Abraham Grahita mencapai 23%, dan Arif Hidayat yang kini ketiganya tengah membela Prawira Bandung.

Advertisement

Nuke sendiri jadi satu-satunya pemain lokal yang memiliki kontribusi doubel digit points. Nuke juga sudah memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta basket Indonesia, khususnya Kanca Bima yang menjadi sebutan untuk para fans Bima Perkasa. Pengunduran diri Nuke menjadi kehilangan terbesar untuk Bima Perkasa.

Kepala pelatih Bima Perkasa, David Singleton mengaku tidak terlalu khawatir atas kepergian Nuke. Dia yakin skuad Bima Perkasa yang kini lebih banyak diisi oleh pemain muda serta veteran akan mampu menggantikan posisi Nuke.

David mengatakan dalam sebuah tim, semua pemain merupakan pointer, tidak hanya pada satu atau dua orang saja. Kami menyadari Nuke merupakan pemain oke namun skuad kami sekarang sudah sangat cukup untuk menjalani kompetisi.

Dabid menegaskan kepergian Nuke membuat tim agar lebih berkembang dan meningkatkan kekompakan sebagai tim. Kami yakin dengan komposisi tim yang diisi oleh para pemain muda dan tua saat ini.

Advertisement
Comments