Bayern Munich's Colombian midfielder James Rodriguez leaves the pitch after warming up prior to the German first division Bundesliga football match FC Bayern Munich vs Borussia Moenchengladbach in Munich, southern Germany, on October 6, 2018. (Photo by Christof STACHE / AFP) / RESTRICTIONS: DFL REGULATIONS PROHIBIT ANY USE OF PHOTOGRAPHS AS IMAGE SEQUENCES AND/OR QUASI-VIDEO (Photo credit should read CHRISTOF STACHE/AFP/Getty Images)

Pemain kawakan Kolombia, James Rodriguez, akhirnya membuka peluang untuk kembali ke klub utamanya, Real Madrid, setelah dua musim membela Bayern Munchen dengan status pinjaman.

Santer diberitakan tidak kerasan di Madrid, James memutuskan untuk hijrah ke Jerman di awal musim 2017/2018 bersama Bayern setelah klub berjuluk Die Roten itu membayar mahar sebesar 13 juta Euro untuk meminjamnya.

Sayangnya di Bayern, Rodriguez kembali kesulitan menembus tim inti, bahkan sebelum cedera lutut memaksanya absen selama beberapa pekan di bulan November dan Desember silam.

Kini, para pengamat mensinyalir Rodriguez memiliki kans besar untuk membangkitkan kembali karirnya yang redup di Madrid; mengingat saingan terbesarnya, Cristiano Ronaldo telah hengkang ke Juventus dan klub ibukota Spanyol itu sangat membutuhkan tenaga segar di lini penyerangan mereka. Rodriguez sendiri sempat mengaku bahwa ia masih ‘memiliki segalanya’ di Madrid.

“Di Madrid, saya punya semuanya, seperti rumah dan orang-orang yang mencintai saya” papar Rodriguez dalam satu wawancara dengan Marca. “Kita musti melihat apa yang akan terjadi, tapi di saat ini saya memiliki kontrak bersama Bayern Munich. Saya hanya ingin menyelesaikan musim ini dan kita lihat saja apa yang terjadi” tambah dia.

Sejak pertama kali didatangkan menyusul penampilan hebat di Piala Dunia tahun 2014 silam, James Rodriguez gagal meneruskan performanya dan lebih sering berkutat dengan cedera di Real Madrid. Musim debutnya bersama Los┬áBlancos bisa dianggap sebagai yang tersukses dimana winger berusia 27 tahun itu mencetak 17 gol dari 46 penampilan di bawah asuhan Ancelotti. Pelatih kawakan Italia itu jugalah yang membuat permainannya tetap atraktif di Bayern, namun ketika ‘Don Carlo’ dipecat juga dari klub tersebut, waktu bermain James terus menurun hingga akhirnya tidak mendapat tempat sama sekali di kesebelasan inti The Bavarian saat ini.

Comments