Kiper muda berbakat Indonesia, Satria Tama, belakangan jarang diturunkan saat timnya Persegres berlaga. Ternyata usut punya usut, pelatih tim berjuluk Kebo Giras itu melakukan hal tersebut untuk menjaga mental anak asuh kesayangannya. Kenapa?

Kiprah Persegres di LIGA GOJEK TRAVELOKA 1 memang tidak bisa dibilang sukses musim ini. Bagaimana tidak, meski kompetisi masih menyisakan lima laga, namun tim kebanggaan kota Gresik itu sudah dipastikan akan terdegradasi ke Liga 2 pada musim depan. Hal ini pun membuat sebagian besar punggawa tim utama mereka sudah seperti tak bergairah lagi untuk bermain. Di laga terakhir, kala mereka dibantai dengan skor telak 5-0 oleh Persija, sang pelatih, Hanafi, tidak menurunkan kiper utama mereka, Satria Tama.

“Saya menyayangkan Satria Tama harus merasakan hal seperti itu. Satria tidak bermain karena (bek sentral) Sasha Zecevic juga harus absen karena sakit. Kami punya Fitrul (Dwi Rustapa) yang juga bagus dan memiliki pengalaman” ujar Hanafi menjelaskan keputusannya untuk ‘memarkir’ Satria Tama.

Hanafi juga menceritakan kala dirinya nyaris menangis melihat penampilan Tama kala Persegres bertandang ke PSM Makassar di pekan ke-2. Saat itu, gawang yang dikawal Tama harus kebobolan 3 gol di babak pertama. “Kemarin melawan PSM saya hampir nangis lihat Satria karena di babak pertama saja dia sudah harus kemasukan tiga gol. Sebagai pelatih, sebenarnya saya tidak masalah memainkan dia atau tidak. Tapi bagi dia, takutnya bila dimainkan terus (dengan kondisi seperti ini) mentalnya akan turun” papar Hanafi.

Satria Tama merupakan salah satu pemain yang paling cemerlang di ajang Sea Games 2017 silam bersama tim nasional Indonesia U-22. Kiper jangkung itu berhasil membawa Garuda Muda meraih medali perunggu. Sayangnya, di level klub ia masih terlalu belia untuk menjadi penentu di sektor pertahanan Persegres yang cukup rapuh. Tama sendiri sudah menyatakan diri akan hengkang dari Persegres di akhir musim untuk membela klub lain. Melihat kondisi di atas, maka tindakan pelatih Hanafi bisa dikatakan cukup tepat, karena sebagai pemain muda, mental adalah kunci seorang pemain untuk mengembangkan kemampuan, dan harus betul-betul dijaga sejak dini.

Semangat terus, Satria Tama! Jalanmu masih panjang!

Comments