Carlo Tavecchio

Carlo Tavecchio telah resmi mengundurkan diri sebagai presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menyusul kegagalan Italia untuk lolos ke Piala Dunia.

Pria berusia 74 tahun itu mengkonfirmasi keputusannya pada sebuah konferensi pers menyusul sebuah pertemuan di markas besar FIGC di Roma awal pekan ini dan ini terjadi setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia tahun depan di Rusia.

Dilaporkan juga bahwa anggota dewan FIGC lainnya diminta untuk mundur, tapi Tavecchio mengklaim bahwa mereka menolak untuk melakukannya.

“Saya mengundurkan diri sebagai presiden dan saya meminta seluruh dewan melakukan hal yang sama,tapi mereka tidak melakukannya,” Tavecchio mengungkapkan, dikutip Mediaset Premium (21/11/2017).

“Target saya sekarang ini adalah mengelola FIGC selama 90 hari berikutnya sebelum waktu pemilihan.”

Tavecchio juga mengklaim bahwa bukan keputusannya ketika menunjuk Gian Piero Ventura sebagai pelatih tim nasional Italia. Dia mengatakan pelatih berusia 69 tahun, yang meninggalkan jabatannya pekan lalu setelah kekalahan agregat 1-0 dari Swedia, merupakan pilihan Marcello Lippi.

“Mereka bilang ‘Tavecchio memilih Ventura’, itu tidak benar karena Lippi yang memilihnya,” dia menjelaskan.

“Apakah saya harus disalahkan untuk sesuatu? Ya, dan seharusnya saya mengganti pelatih sejak babak pertama.”

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan hari Senin, Tavecchio mengatakan bahwa dia ingin “meminta maaf kepada semua warga Italia” dan menambahkan: “Sekarang saatnya sepakbola Italia memulai era baru.”

Awalnya, pria 74 tahun itu tampak bersemangat untuk tetap mengawasi siapa yang akan menggantikan posisi Ventura, dengan Antonio Conte, Roberto Mancini, Carlo Ancelotti dan Luciano Spalletti di antara mereka yang dianggap sebagai pilihan terbaik Italia.

Tavecchio kemudian membantah laporan bahwa beberapa kandidat utama menolak untuk menerima pekerjaan tersebut karena dia masih di wilayah FIGC.

“Saya berbicara dengan empat atau lima pelatih terbaik Italia, mereka tidak dapat hadir sebelum bulan Juni,” katanya. “Tidak benar mereka tidak mau datang selama saya menjadi presiden.”

Presiden Komite Olimpiade Italia, Giovanni Malago, dan Damiano Tommasi yang menjabat sebagai kepala serikat pemain negara tersebut, telah mendesak Tavecchio untuk mengundurkan diri dalam beberapa hari terakhir meskipun dia baru terpilih kembali untuk masa jabatan kedua pada bulan Maret.

“Jika kita keluar dari Piala Dunia, itu karena FIGC dan klub terlalu lama bersantai tanpa memikirkan proyek olahraga,” kata Tommasi kepada La Gazzetta dello Sport.

Italia mencapai perempat final Euro 2016 namun itu terbukti menjadi titik tertinggi pencapaian mereka dalam masa kontroversial Tavecchio sebagai presiden dan dia mendapat sanksoi enam bulan oleh UEFA pada bulan Oktober 2014 karena membuat komentar rasis selama kampanye pemilihannya.

Tavecchio, yang membahas pemain asing yang bergabung dengan Serie A, menambahkan: “Di Inggris, mereka memilih pemain berdasarkan profesionalisme, sementara kami mendapatkan ‘Opti Poba’, yang sebelumnya makan pisang dan sekarang dia pilihan pertama untuk Lazio dan tidak ada masalah”.

Comments