Arsene Wenger dan Mauricio Pochettino

Arsene Wenger telah menawarkan beberapa saran pada Mauricio Pochettino (manajer Tottenham Hotspur) terkait memenangkan trofi pertama dalam karir manajerialnya.

Mantan pelatih Espanyol itu telah mendapatkan banyak pujian karena mampu mengubah Spurs menjadi salah satu tim terkuat di Premier League, dengan menjadi penantang gelar juara pada musim 2015-16 dan 2016-17.

Namun, para pengkritik Pochettino terus menunjukkan fakta bahwa dia belum memenuhi apapun di Spurs meskipun nyaris memenangkan trofi perdana, dengan kekalahan di EFL Cup dari Chelsea pada tahun 2015 adalah yang paling dekat.

Wenger, yang meraih trofi pertama kalinya bersama AS Monaco di Ligue 1 pada musim 1987-88, mengatakan bahwa kuncinya adalah mengabaikan hadiah dan berkonsentrasi untuk melawan “ketakutan” karena gagal menang.

“Dengan menjaga pikiran Anda dan membuat para pemain fokus pada hal yang penting,” kata manajer Arsenal itu dalam sebuah konferensi pers ketika ditanya bagaimana cara menantang trofi pertama, dikutip ESPN (17/11/2017).

“Pada beberapa tahap, dengan melawan sedikit hambatan ketakutan, maka Anda akan menemukan apa yang harus dilakukan. Pada dasarnya, Anda perlu memusatkan perhatian pada hal yang penting dan tidak terlalu fokus pada trofi.

“Anda bisa saja merasa cemas. Selalu sulit menyelesaikan pekerjaan dengan pikiran yang tidak menemukan titik fokus.”

Wenger membawa timnya ke derby London hari Sabtu sebagai underdog, dengan The Gunners tertinggal 4 poin dari tim asuhan Pochettino dan juga kalah 2-0 April lalu.

Namun, manajer 68 tahun tersebut menegaskan bahwa mereka tidak menganggap tim tamu sebagai favorit dan telah meminta para pemainnya untuk membuktikan siapa yang lebih kuat.

“Derby adalah salah satu pertandingan yang sangat penting musim ini, tapi kami juga ingin menang untuk kembali ke papan atas,” ungkapnya. “Kami cukup kuat di kandang dan ini bisa jadi penentu akhir musim.

“Kami tidak memiliki rasa takut, kami fokus untuk mengekspresikan pendapat kami. Tottenham adalah tim yang bagus tapi kami memiliki kualitas untuk memenangkan pertandingan. Kami sama sekali tidak melihat diri kami sebagai underdog. Kami punya tim yang kuat dan bisa mengalahkan siapapun.”

Comments