Presiden FIFA, Gianni Infantino, membuat klaim bahwa Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia sebagai “Piala Dunia terbaik yang pernah ada”.

Putaran final tahun ini dianggap sebagai sukses besar oleh para peserta dan pemirsa di seluruh dunia, terutama mengingat kekhawatiran tentang kesesuaian Rusia sebagai tuan rumah.

Panitia penyelenggara juga mendapat pujian atas berjalannya turnamen yang efisien di 11 kota tuan rumah, sementara ada beberapa insiden yang tercatat dari para penggemar yang menjadi sasaran pelecehan rasial atau homofobia yang awalnya menjadi ketakutan.

Dengan sepakbola itu adalah olahraga yang sangat menarik, Infantino tidak ragu trunamen 2018 sebagai tahun terbaik Piala Dunia.

“Beberapa tahun yang lalu, saya mengatakan ini akan menjadi Piala Dunia yang luar biasa. Hari ini, saya dapat mengatakan itu dengan keyakinan baru. Ini adalah Piala Dunia terbaik yang pernah ada,” katanya pada konferensi pers di Moscow, dilansir Sky Sports.

“Kami memiliki 98% catatan penuhnya stadion, lebih dari satu juta penggemar bepergian dari luar negeri, lebih dari tiga miliar pemirsa di TV. Di saluran digital FIFA, konten telah dilihat lebih dari 11 miliar kali, ada 7 juta pengunjung dan itu sangat hebat, sukses besar dengan VAR, bahkan anti-doping telah menghasilkan tes yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sejauh ini segalanya berjalan positif, Kami telah bertindak melawan diskriminasi dengan cara baru, beroperasi dengan FARE dan lainnya.

“Tapi ada sisi sepakbola, dan kami hanya memiliki satu pertandingan yang berakhir 0-0, dan kami memiliki beberapa pertandingan hebat, semua memiliki banyak emosi dan di sisi organisasi, tingkat keunggulan dalam infrastruktur di stadion, bandara, hotel, transportasi, keamanan, tingkat keunggulan operasional telah benar-benar bekerja, dan itu bukan hanya saya yang mengatakannya, orang lain yang menyaksikan langsung beranggapan seperti itu. Dan pesta yang luar biasa, suasana yang sangat ramah dari awal hingga akhir.”

Salah satu aspek penting dari turnamen ini adalah penggunaan VAR di Piala Dunia untuk pertama kalinya, yang dianggap oleh Infantino sebagai sukses besar.

Memang, mantan sekretaris umum UEFA itu yakin beberapa gol yang dicetak dari posisi offside atau kartu merah untuk perilaku kekerasan akan berakhir karena teknologi tersebut.

“Hasilnya sangat jelas dan sangat positif,” tambahnya. “Lebih dari 440 dilakukan cek ulang sejauh ini, 19 ulasan dalam 62 pertandingan, ada 16 keputusan berubah dari keputusan yang salah menjadi keputusan yang tepat, jadi ketika Anda memeriksa kosakata dan kata ‘kemajuan’, kemajuan berarti membuat segalanya lebih baik dibandingkan dengan masa lalu. Ini adalah kemajuan, ini lebih baik dari masa lalu.

“VAR membersihkan aspek sepakbola, membantu wasit untuk membuat keputusan yang tepat dalam pekerjaan yang sangat sulit. Dari pemeriksaan yang kami buat, 95% sudah benar, dan berkat VAR kami meningkat menjadi 99,32%. Memang bukan 100%, tetapi 99.32% lebih baik dari 95%.

“Gol offside suda berakhir di sepakbola, setidaknya dalam sepakbola dengan VAR. Entah Anda ya atau tidak offside, dan ini sudah berakhir.

“Lihatlah berapa banyak kartu merah yang ada untuk perilaku kekerasan di Piala Dunia terakhir. Di Piala Dunia ini belum ada satupun. Mengapa? Tidak hanya untuk VAR tetapi semua orang tahu jika Anda melakukan kekerasan, seseorang akan melihat dan kemudian Anda akan dikirim keluar lapangan. Sulit untuk memikirkan Piala Dunia tanpa VAR. Kita akan melihat apa yang bisa kita tingkatkan di masa depan.”

Comments