Jupp Heynckes

Jupp Heynckes yakin duo Barcelona dan Real Madrid adalah favorit untuk memenangkan Liga Champions musim ini bersama Paris Saint-Germain, dan sangat ingin menghindari perbandingan antara pencapaiannya saat ini di Bayern Munich dan kesuksesan treble winners 2013 lalu.

Bayern akan menjamu juara Turki Super Lig, Besiktas, di leg pertama babak 16 besar Liga Champions dini hari nanti dan Heynckes berharap timnya bisa konsisten lolos ke babak selanjutnya, sambil mengungkapkan kekaguman dengan penampilan klub-klub Premier League.

Madrid mengklaim kemenangan 3-1 atas PSG di Santiago Bernabeu pekan lalu untuk menempatkan sang juara bertahan lebih untung di leg kedua, namun pelatih Bayern tersebut tidak menganggap tim yang dilatih Emery mudah dikalahkan dan bahkan bisa membalikkan keadaan.

“Memprediksi segal hal di awal pasti sangat sulit, ada banyak klub besar dalam kompetisi ini dengan tradisi yang panjang,” kata Heynckes pada sebuah konferensi pers pra-pertandingan, dikutip Sky Sport (20/2/2018).

“Ada lima tim di Inggris yang sangat kuat, beberapa berinvestasi sangat besar di musim panas dan juga di musim dingin. Real Madrid, Barcelona dan Paris Saint-Germain juga favorit dan tentu saja, kami ingin melanjutkan tradisi kami.

“Bayern selalu sukses di kompetisi Eropa, tapi kompetisi ini bukan untuk menggantungkan harapan karena Anda harus selalu bugar. Setiap lawan bisa menjadi batu sandungan.”

Advertisement

Heynckes juga membahas tentang Besiktas dan pelatihnya, Senol Gunes, yang memiliki banyak pengalaman dalam kompetisi ini.

“Setelah melihat situasi lawan, imbang adalah hasil yang bagus,” tambahnya. “Saya telah mempelajari Besiktas secara rinci dan tidak hanya mereka yang memiliki banyak pemain berpengalaman terutama di tim besar, tapi juga pelatih yang benar-benar luar biasa.

“Ini adalah tim yang dibumbui dengan pengalaman internasional. Rahasia keberhasilan mereka terletak pada pelatih, usianya belum mencapai usia saya tapi dia sudah 65 tahun. Dia adalah orang yang sangat berpengalaman, pelatih hebat yang tahu bagaimana cara menempatkan tim itu unggul.”

Heynckes yang berusia 72 tahun dan juga memenangkan Liga Champions bersama Real Madrid pada tahun 1998, sangat mahir untuk membangun tim juara di banyak kompetisi.

Dia mencetak sejarah bersama Bayern dengan treble winners lima tahun lalu dan dengan keunggulan di puncak klasemen Bundesliga serta semifinal DFB-Pokal, pembahasan dengan prestasi sebelumnya tidak bisa dihindarkan.

“Saya tidak suka perbandingan,” Heynckes menegaskan. “Setiap tim memiliki alurnya sendiri.

“Kami percaya pada diri sendiri dan ini pertanda yang sangat positif, karena Bayern tidak pernah menyerah dan selalu ingin lebih sukses. Itulah mengapa kami begitu sukses di liga dan salah satu yang terbaik dalam sejarah.”

Advertisement
Comments