Hernan Dario Gomez telah mengundurkan diri sebagai pos kepelatihan Panama setelah memimpin negara Amerika Tengah itu di Piala Dunia pertama mereka.

Panama mencapai putaran final yang berlangsung di Rusia 2018 melalui pertandingan kualifikasi dramatis, dengan menggantukan harapan pada gol telat Torres pada akhir pertandingan saat Kosta Rika kalah dari Trinidad & Tobago.

Tim asuhan Gomez akhirnya mencapai babak grup, namun harus rela menelan kekalahan dalam tiga pertandingan, termasuk kekalahan 6-1 dari Inggris dalam pertandingan di mana mereka tertinggal 5-0 di babak pertama.

Tetapi dengan hasil tersebut, Panama dianggap tampil mengesankan karena bisa memberikan kejutan-kejutan dan bahkan nyaris memenangkan pertandingan terakhir grup.

“Sekarang, bagi saya, ini adalah waktu untuk keputusan sulit memindahkan kaki saya dari tempat di mana saya telah meletakkan hati saya,” kata Gomez dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs resmi Federasi Sepakbola Panama (FEPAFUT).

“Rusia tahun ini adalah permulaan, saya memenuhi janji saya untuk membawa Panama ke Piala Dunia pertama dan itu akan tetap di hati saya, dan semua orang Panama, untuk seumur hidup.

“Panama berada di jalur aman untuk terus membuat sejarah dalam sepakbola, dan saya memiliki keyakinan besar negara ini akan bisa bersaing di tingkat kompetisi lebih besar. Saya melihat banyak potensi yang masih bisa dikembangkan dan saya akan selalu memperhatikan tim.”

Gomez, 62, juga membawa Kolombia ke putaran final Piala Dunia 1998 sebelum membimbing Ekuador ke Piala Dunia 2002.

Melihat prestasinya tersebut, terutama mentransformasi tim yang bukan unggulan melangkah ke kompetisi terbesar dunia, Gomez menambahkan: “Itu adalah kerja keras, saya memahami bagaimana sepakbola harus dimulai dan diakhiri.

“Saya menikmati sepakbola dalam hidup saya, selalu ada gairah untuk membuat perbedaan dan membawa tim yang dilatih melangkah maju.”

Kemudian dia juga ditanya apakah akan melatih tim lain, termasuk negara atau level klub, dan menjawab: “Saya belum bisa menjawabnya, saya belum berpikir sampai kesana atau lebih tepatnya saya ingin menikmati waktu istirahat.

“Usia saya tidak muda, saya masih ada gairah sepakbola tapi untuk sekarang ini segalanya terbatas. Mungkin bersama keluarga untuk beberapa waktu akan membantu saya lebih baik.”

Comments