Jordan Henderson percaya bahwa “identitas” yang ditingkatkan dalam skuad Inggris adalah perubahan terpenting yang pernah dilakukan Gareth Southgate selama masa kepemimpinannya sebagai pelatih Three Lions.

Inggris mengalahkan Swedia di perempatfinal pada Sabtu malam untuk mencapai semifinal Piala Dunia pertama sejak 1990 setelah berjalan cukup nyaman melalui babak penyisihan grup dan kemenangan adu penalti atas Kolombia di babak 16 besar.

Para pendukung Inggris mulai berani memimpikan kesuksesan di Rusia, dan Henderson yang kini berusia 28 tahun, merasa optimis oleh prospek untuk mencapai sesuatu yang istimewa dengan Inggris, mengklaim bahwa itu adalah kelompok yang paling erat yang pernah melibatkannya.

“Hal terbesar yang dibawa oleh Southgate adalah identitas, dalam hal bagaimana kami ingin bermain. Kami berdiskusi ketika dia mengambil alih, kami berada di halaman yang sama secara langsung dan itu adalah hal terbesar, bermain dengan cara yang membuat kami merasa nyaman,” katanya pada Telegraph.

“Pelatih menerapkannya dengan tepat dengan mengenal satu sama lain lebih dalam dan Anda dapat melihat kebersamaan itu di lapangan. Ini adalah tim Inggris yang paling kompak selama saya terlibat, jelas itu membuat perbedaan besar dan Anda mendapatkan imbalan untuk itu.

“Ada perasaan sepsial ketika mengetahui para penggemar menikmatinya seperti kami dan itu menginspirasi kami sebagai pemain untuk memasang senyum di wajah. Kami hanya ingin melanjutkan itu dan membuat semua orang bangga.”

Kapten Liverpool itu akan memainkan peran penting dalam pertempuran lini tengah melawan Luka Modric dan Ivan Rakitic, dan sementara dia tidak akan membocorkan rencananya untuk melawan mereka, dia memuji Dejan Lovren (rekan setim di Liverpool).

“Saya akan berbicara kepada pemain depan dan memberi tahu mereka apa yang saya pikirkan tetapi Dejan adalah pemain belakang yang fantastis. Dia mendapat kritik yang adil tetapi dia melakukannya dengan sangat baik selama enam bulan terakhir, terutama setelah awal musim, dia bangkit kembali sehingga semuanya berubah,” Henderson menambahkan.

“Dia punya segalanya: dia agresif, baik di udara, baik dengan bola, seorang pemimpin dan selalu berbicara. Saya sangat senang melihatnya, dia adalah pemain yang hebat, karakter yang hebat tapi semoga perjalanan ini berakhir baginya.”

Kemenangan melawan Kroasia dini hari nanti bisa menempatkan Inggris ke final pertama sejak 1966, ketika Three Lions mengklaim satu-satunya kemenangan Piala Dunia, tetapi Henderson lebih memilih untuk tetap fokus pada kinerja tim.

“Kami hanya berkonsentrasi pada apa yang ingin kami lakukan. Sejauh ini kami telah melakukan apa yang kami lakukan, menjalani setiap pertandingan dan kami akan terus melakukannya,” tegasnya.

“Ini adalah pertandingan besar bagi kami, tetapi kami hanya fokus pada pekerjaan apa yang ada di tangan. Kami jelas akan mengambil banyak hal baik dari masa lalu ketika memandang tahun 1966 dan apa yang mereka capai, tetapi itu sudah lama sekali dan tidak terlalu banyak dari kami dapat mengingat hal itu jauh ke belakang.”

Comments