Pemain muda Bayer Leverkusen, Kai Havertz, dipastikan absen pada saat timnya berhadapan dengan Atletico Madrid di perempat final Liga Champion. Pasalnya, remaja yang baru genap berusia 17 tahun itu harus mengikuti ujian di sekolahnya. Waduh!

Sebagian kita pasti pernah melewatkan ujian sekolah karena beragam alasan, mulai dari sakit, ijin, hingga memang tidak memiliki niat melakukannya. Namun, apa yang dialami Kai Havertz bisa dikatakan sesuatu yang spesial; ia harus menunda impiannya turun bertanding di Liga Champion karena harus mengikuti ujian di sekolahnya.

Kai Havertz menjadi pemain termuda di Bundesliga ketika diturunkan Bayer Leverkusen di partai melawan Werder Bremen bulan Oktober tahun silam. Sejak saat itu, ia acapkali diturunkan sebagai pemain pengganti dan sudah dianggap sebagai salah satu anggota inti di tim berkostum utama merah-hitam tersebut. Namun apa daya, saat ini Havertz mau tak mau harus menjalani kehidupan ganda sebagai seorang pelajar dan pemain sepakbola profesional. Konsekuensinya, ia wajib mengutamakan kegiatan sekolah dibanding pertandingan bersama timnya. Alhasil, Leverkusen harus rela bertanding tanpa jasa Havertz di laga kontra Atletico Madrid beberapa hari mendatang.

Leverkusen sebelumnya telah kehilangan sejumlah punggawa utama karena cedera, diantaranya Omer Toprak, Stefan Kießling, Jonathan Tah serta Lars Bender. Mereka tentunya akan berupaya memanfaatkan skuad yang ada semaksimal mungkin untuk mengisi pos yang kosong di lini tengah dan belakang, terlebih menghadapi Atletico yang memiliki sederet penyerang berbahaya.

Kini, alih-alih beradu teknik dengan Diego Godin, Antoine Griezmann dan Fernando Torres, Kai Havertz harus rela sejenak berkutat dengan buku-buku tebal. Mari kita sama-sama mendoakan agar ia setidaknya mendapatkan nilai A dalam ujian, sehingga ‘pengorbanan’nya tidak sia-sia.

Belajar yang rajin dulu ya nak!

 

 

Comments