Louis van Gaal

Louis van Gaal mengklaim bahwa dia menolak kesempatan untuk melatih Bayern Leverkusen dan hanya akan kembali melatih jika mendapat tawaran dari “klub besar”, sebuah daftar yang tidak termasuk klub seperti Borussia Dortmund.

Mantan pelatih Ajax, Barcelona, Bayern Munich dan tim nasional Belanda itu belum bekerja sejak berpisah dengan Manchester United pada Mei 2016.

Dan berbicara kepada program televisi Belanda De Tafel van Kees di Fox Sports (14/12/2017), pria 66 tahun itu menjelaskan bahwa ia telah menetapkan sebuah standar yang sangat tinggi untuk kembali ke sepakbola.

“Saya mendapat tawaran dari Bayer Leverkusen, yang merupakan klub yang cukup sesuai untuk saya, dengan banyak talenta muda,” katanya, sebelum segera menambahkan bahwa pendekatan klub Jerman itu ditolak.

“Tapi saya membutuhkan tingkatan lebih tinggi setelah melatih nama-nama besar sebelumnya, saya lebih tertarik ketika mendapat tantangan dan juga tim yang sehat dari segala sisi.

“Ini bukan dalam artian merendahkan suatu klub, hanya saja keinginan saya selalu kuat untuk berkompetisi di level yang tinggi.”

Dortmund kemudian menunjuk Peter Stoger untuk menggantikan Peter Bosz akhir pekan lalu, sebuah pekerjaan yang tidak menarik perhatian bagi pelatih berpengalaman tersebut.

“Saya pikir Dortmund tidak sebanding dengan Bayern Munich, cukup jelas,” tambahnya.

“Saat ini, sebagai pelatih, Anda tidak punya banyak waktu untuk memperbaiki dan mengejar target, jadi saya tidak bisa mengubah banyak hal untuk mengubah klub kecil menjadi klub besar.

“Ketika hasilnya baik, maka itu bukan hanya karena pekerjaan Anda. Tetapi ketika hasilnya buruk, maka Anda adalah nama pertama yang harus disalahkan, meskpun banyak yang tidak tahu bagaimana internal klub berjalan.”

Di tempat lain dalam wawancara tersebut, Van Gaal melontarkan kritik terhadap Jose Mourinho karena bermain sepakbola defensif di Old Trafford, sebuah anggapan yang memainkan peran penting dalam pemecatannya di United.

“Ini cukup mengherankan, ketika saya mencoba memainkan gaya lebih mengutamakan pertahanan, hal itu dianggap membosankan dan diberhentikan ketika berhasil memenangkan trofi,” jelas Van Gaal.

“Tetapi saat dia (Mourinho) datang untuk mengambil peran tersebut, banyak yang berharap ada perubahan gaya bermain. Tapi sepertinya masih sama saja dan saya tidak melihat sesuatu yang positif dari hal itu.”

Comments