Penyerang asal Peru, Claudio Pizzarro, memang sudah melewati usia idealnya sebagai pemain sepakbola. Tapi nyatanya, ia masih memiliki insting serta kemampuan untuk merobek jala lawan dan belum lama ini memperpanjang catatan apiknya dengan mencetak sebuah gol ke gawang Stuttgart.

Meski gol Pizzarro gagal menyelamatkan Koln dari kekalahan 3-2 atas Stuttgart, namun secara pribadi, ia menorehkan prestasi dengan mampu mencetak gol di 20 tahun kalender terakhir di kancah Bundesliga. Hal ini merupakan pembuktian terhadap kualitas permainan Pizzarro yang seakan tak lekang terlahap waktu.

Gol pertama Pizzaro di Bundesliga dibukukannya tahun 1999 silam, di partai debutnya bersama Werder Bremen. Di laga berikutnya, ia semakin menggila dan mencetak hattrick kala Bremen menggasak Wolfsburg dengan skor telak 7-2 dan mengakhiri musim perdananya dengan 10 gol dari 25 penampilan. Performa gentas Pizzaro pun terendus oleh Bayern Munchen, yang langsung meminangnya hanya setelah dua musim merumput di Bremen. Pria kelahiran Callao itu pun langsung menjadi sosok tak tergantikan di lini depan Die Roten dengan gol-gol yang rutin dicetaknya. Hingga hengkang dari Bayern di tahun 2006 untuk pindah ke Chelsea, Pizzarro hanya dua musim tercatat tidak mencetak lebih dari sepuluh gol.

Sayangnya, di Inggris Pizzarro tidak mampu berbicara banyak dan ia hanya bertahan selama satu tahun sebelum kembali ke Jerman dan membela klub Bundesliga pertamanya, Werder Bremen. Setelahnya, Pizzarro juga sempat come back sejenak di Bayern Munchen dan akhirnya kembali lagi ke Bremen sebelum akhirnya dilepas di awal musim silam dan digaet oleh FC Koln.

Hingga saat ini, Pizzarro total telah mencetak 191 gol di kancah Bundesliga. Jika ingin dirunut lebih luas lagi, maka pemain berusia 39 tahun itu sudah mencetak 327 gol bagi klub dan juga negaranya sejak pertama kali memulai karir profesionalnya bersama klub Peru, Alianza Lima di tahun 1996 silam.

Comments