Pep Guardiola

Pep Guardiola mengakui bahwa dia tidak yakin apakah dia memiliki stamina untuk mengikuti karir seperti Alex Ferguson dan membangun sebuah dinasti di Manchester City.

Ferguson mengambil alih Manchester United untuk 1.500 pertandingan sebelum pensiun pada 2013 lalu, secara konsisten membangun kembali skuadnya untuk menjaga klub tetap kompetitif, baik di dalam maupun luar negeri.

Manajemen United mendapat ganjaran atas kesabaran mereka, dengan pria yang sering disapa Fergie itu mengatasi berbagai masalah awal di Old Trafford untuk memenangkan 38 trofi, termasuk 13 gelar Premier League.

Perkembangan City pun meningkat pesat sejak dipimpin Guardiola, setelah melakukan investasi besar di pasar transfer demi mengamankan treble di musim keduanya.

“Saya tidak dapat melakukannya di masa lalu, jika ingin melakukannya, Anda harus tinggal 10 atau 15 tahun di satu klub,” kata manajer asal Spanyol itu kepada Sky Sport (12/3/2018).

“Saya pikir ketika Sir Alex membangun kembali klub itu setelah 6 atau 7 tahun dengan orang yang sama, dan setelah 6 atau 7 tahun dan kemudian melakukannya lagi.

“Kita harus bertahan 10 atau 15 tahun. Tentu saja, saya pikir kita bisa melakukannya saat Anda selalu memiliki visi yang sama untuk klub.

“Itu bisa terjadi tapi Anda harus tinggal lebih lama, saya tidak tahu apakah saya memiliki energi untuk melakukan itu, semuanya tergantung dari diri sendiri dan disekitarnya.”

Perombakan skuad Guardiola dimungkinkan berkat pemilik City yang berbasis di Abu Dhabi tetap percaya pada mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu meskipun belum memenangkan apapun di musim lalu.

Dia pun mengaku memiliki keraguan setelah periode sulit untuk beradaptasi di Inggris, namun bersyukur manajemen tetap mendukung sepanjang masa-masa sulit.

“Klub melangkah bagus. Musim ini mudah untuk mengatakan segalanya berjalan dengan baik, semua orang bahagia, dan itu sama seperti musim lalu,” tambahnya.

“Di saat-saat buruk, ketika kita melihat bagaimana reaksi klub dan bagaimana mereka mendukung Anda, mereka ada di sana. Staf pelatih mungkin memiliki keraguan, tapi segalanya berjalan baik dengan rasa saling percaya.

“Dukungan dari dewan sangat penting musim lalu dan saya tidak akan pernah melupakannya. Sekarang mudah untuk mendukung Anda tapi musim lalu mereka berada di sana dan saya tidak bisa melupakannya.”

Comments