Perhelatan Liga 1 2020 akan digelar di Pulau Jawa. Kondisi ini memberikan kesulitan tersendiri bagi klub yang berada di luar Jawa. Menyikapi kondisi ini, Manajemen Borneo FC akan melakukan penghematan demi tetap meraih prestasi di tengah kondisi sulit ini. Borneo FC akan segera berkomunikasi dengan sponsor.

Borneo FC akan berkandang di Jawa, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini sesuai dalam surat keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) bersama PSSI berdasarkan surat keputusan nomor 244/LIB-COR/VII/2020, tanggal 10 Juli 2020. Dalam surat keputusan tadi, klub diberikan pilihan untuk memilih kandang untuk Liga 1 2020.

Terkait kebijakan PSSI yang memusatkan laga di Jawa, diakui menyulitkan bagi klub di luar Jawa. Utamanya mengurangi pendapatan dari tiket pertandingan.

Chief Marketing Borneo FC, Novi Umar, mengklaim Borneio FC taat dengan keputusan PSSI soal home base di musim ini. Novi Umar menilai ini demi keamanan dan kesehatan semua pihak.

Advertisement

“Ya mau bagaimana lagi harus diikuti. Keputusan yang diambil demi keamanaan dan kesehatan semua. Mulai dari pemain, wasit, ofisial, dan semua pihak yang terlibat,” beber Novi Umar, dikutip dari laman resmi Liga Indonesia.

Novi mengakui dampak pemindahan kandang ke Jawa mengurangi pendapatan klub. Namun, Novi memastikan klub Borneo FC tetap menerima keputusan dari PSSI tadi.

“Pemasukan tiket dipastikan tidak ada. Aktivasi dari sponsor juga seret. Tapi dengan situasi seperti ini semua harus menerima,” lanjut Novi Umar.

Kini Borneo FC akan menjelaskan masalah pemindahan klub ini ke sponsor. Novi memastikan Borneo FC tetap ingin mengejar prestasi bagus di musim ini.

“Kalau sudah ada surat resmi, kami bisa menjelaskan dengan baik ke sponsor. Saya harap semua bisa mengerti dengan keadaan ini. Insya Allah Borneo FC tetap menjaga komitmen dan berusaha mengejar prestasi musim ini,” pungkas Novi Umar.

Advertisement
Comments