Striker Everton Oumar Niasse menjadi pemain Premier League pertama yang dikenai hukuman oleh FA karena kasus diving. Pemain asal Senegal ini mendapat penalti kontroversial, setelah mendapat sedikit kontak dari Scott Dann, dalam pertandingan imbang 2-2 Sabtu dengan Crystal Palace. Penalti tersebut mampu dieksekusi dengan baik oleh Leighton Baines.

Niasse sendiri masih diberikan kesempatan untuk merespon hukuman tersebut. Sesuai aturan baru FA pada bulan Mei, pemain yang terbukti melakukan diving bakal dikenai sanksi sebanyak 2 pertandingan. Bila sampai absen, hal ini akan menimbulkan kerugian bagi Everton mengingat Niasse merupakan top skor sementara klub dengan koleksi 5 gol

Ketika ditanya tentang Niasse, mantan kepala wasit Liga Primer Keith Hackett mengatakan kepada BBC Radio 5 live: “Saya pikir yang satu ini, dia menipu [wasit] Anthony Taylor 100%. Anthony, dalam posisi bagus, memberikan tendangan penalti dari sudut penglihatannya.”

“Tapi kamera di balik gawang jelas bahwa itu adalah diving. Saya memuji FA karena telah mengeluarkan fakta bahwa mereka dapat meninjau kejadian ini, dan kemudian jika pemain tersebut dinyatakan bersalah dan menghukumnya.”

Sebuah pernyataan FA berbunyi: “Insiden ini dibawa ke sebuah panel yang terdiri dari satu mantan petugas pertandingan, satu mantan manajer dan satu mantan pemain. Setiap anggota panel akan diminta untuk meninjau semua rekaman video yang ada secara independen satu sama lain untuk menentukan apakah mereka menganggapnya sebagai pelanggaran. Hanya dalam situasi di mana panelnya bulat, FA akan mengeluarkan hukuman.”

Mantan bek Everton Phil Neville turut mengomentari insiden tersebut

“Itu adalah diving, 100% diving, ada sedikit kontak tapi dia terjatuh dan mencoba untuk memenangkan penalti. Ini adalah soft penalty.” Ujar Neville dikutip dari BBC Sport.

Mantan kapten Newcastle United Alan Shearer juga sependapat dengan Neville.

“Saya pikir ini adalah diving yang jelas dan dia harus dihukum.”

Comments