Para pimpinan FIFA dan UEFA menanggapi insiden yang menimpa pemilik dan ketua Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha.

Miliarder asal Thailand berusia 60 tahun itu tewas bersama dengan empat orang lain di atas helikopter, yang jatuh di luar King Power Stadium pada Sabtu sekitar satu jam setelah hasil imbang 1-1 melawan West Ham di Premier League.

Dalam tweet dari akun FIFA Media, yang dikaitkan dengan Gianni Infantino, presiden badan sepakbola dunia itu mengatakan: “FIFA memperluas simpati terdalam kepada keluarga dan teman-teman (para korban) dan kepada banyak penggemar sepakbola untuk Vichai, yang merupakan adalah anggota integral dari keluarga Foxes.”

Sekjen FIFA Fatma Samoura menambahkan: “Simpati kami kepada semua yang terpengaruh oleh kecelakaan tragis ini. Kebaikan Vichai, semangat untuk sepakbola, Leicester dan orang-orangnya menyentuh hati banyak orang.

“Pikiran kami juga bersama keluarga empat orang lainnya yang kehilangan nyawa karena kecelakaan helikopter.”

Srivaddhanaprabha akan dikenang sebagai orang yang menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan gelar juara Premier League 2015-16 yang disebut-sebut sebagai keajaiban, ketika perbandingan 5.000-1 sampai akhirnya tim asuhan Claudio Ranieri mengalahkan klub-klub besar seperti Tottenham, Arsenal, Manchester City dan Manchester United.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin memilih “kegembiraan yang tak terlupakan” dari kemenangan terhadap peluang itu.

“UEFA dan sepakbola Eropa sangat sedih mendengar kematian tragis pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, dan empat orang lainnya yang kehilangan nyawa,” kata Ceferin dalam sebuah pernyataan.

“Selama waktunya sebagai pemilik klub, Leicester City memenangkan gelar EPL pada tahun 2016, dan mencapai perempatfinal Liga Champions tahun berikutnya.

“Ini adalah pencapaian luar biasa, karena itu menggarisbawahi fakta bahwa sepakbola adalah pertandingan yang tidak dapat diprediksi, yang mampu menghasilkan kejutan yang tak terduga. Setiap orang yang terlibat dengan Leicester City, terutama para penggemar klub, berbagi kegembiraan yang tak terlupakan pada prestasi tim yang luar biasa.”

Pertandingan Piala EFL untuk melawan Southampton, yang dijadwalkan awal pekan ini, telah ditunda.

Mereka akan kembali beraksi di Premier League akhir pekan ini melawan Cardiff City, dimana sang pemilik Cardiff Vincent Tan menyebut Srivaddhanaprabha sebagai teman.

“Sulit untuk menemukan kata-kata pada saat ini untuk mengungkapkan betapa sangat terkejut dan sedih saya dengan tragedi Sabtu lalu,” kata Tan dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Cardiff.

“Pikiran saya, doa dan belasungkawa adalah untuk keluarga Vichai Srivaddhanaprabha dan keluarga dari semua orang yang kehilangan nyawa mereka.

“Vichai Srivaddhanaprabha adalah seorang lelaki yang saya kenal secara pribadi: seorang pria yang jujur dan penuh perhatian akan kebaikan dan integritas. Saya menganggapnya sebagai teman dan seseorang yang sangat saya hormati dan kahumi.

“Tragedi semacam itu menempatkan permainan sepa bola ke dalam perspektif. Tapi itu adalah ikatan kita bersama yang sekarang akan menyatukan keluarga sepakbola di saat kesedihan dan kesulitan semacam itu.

“Kami semua akan mendukung bersama saudara-saudari kami di Leicester.”

Comments