Pelatih gaek Fabio Capello dikenal sebagai juru taktik bertangan dingin yang sudah malang melintang di tim-tim elit Eropa. Sejumlah nama besar pun sempat merasakan polesan pria asal Italia tersebut. Belum lama berselang, Capello mengungkap bahwa Luis Ronaldo adalah pebola terbaik yang pernah dilatihnya, dengan satu catatan kecil perihal berta badan.

Menjawab pertanyaan yang dilontarkan dalam sebuah sesi wawancara dengan koran Italia, Sky Calcio Club, Capello harus memutuskan satu nama terbaik dari para punggawa yang pernah berada di bawah asuhannya; termasuk beberapa legenda sepertii Marco Van Basten, Alessandro Del Piero dan Zlatan Ibrahimovic. Setelah berpikir dan meinmbang, Capello pun akhirnya mengungkap satu nama.

“(Luis) Ronaldo, terlepas dari fakta bahwa saya harus mengirimnya pergi untuk memenangkan liga bersama Real Madrid.” ungkap Capello, seperti dikutip situs gianlucadimarzio.com. Selanjutnya, Capello juga mengisahkan kala ia sempat menukangi AC Milan yang diperkuat Ronaldo. “Ia berbobot 96 kg. Kemudian saya tanya berapa berat badannya saat memenangkan Piala Dunia di Jepang dan Korea, ia menjawab 84. Jadi saya minta dia menurunkan sampai setidaknya 88 kg” papar pelatih berusia 71 tahun yang terkenal galak tersebut.

Ronaldo sempat bermain di bawah rezim Capello dalam waktu singkat di AC Milan, saat ia bergabung bersama klub Serie-A tersebut di tengah musim 2006 / 2007. Meski masanya bersama Milan tidak bisa dikatakan sukses, Ronaldo berhasil mencetak 9 gol dari 20 penampilan serta membantu Rossoneri meraih Scudetto di akhir musim tersebut.

Luis Ronaldo di Milan; Untung Nomor Punggung Tidak Sama Dengan Berat Badan..

Kendati memang sering bermasalah dengan berat badan di puncak karirnya, Ronaldo tetap masuk jajaran striker legendaris dunia yang memenangkan sejumlah gelar personal nan prestisius; diantaranya tiga kali Pemain terbaik FIFA, dua Ballon D’Or dan dua Piala Dunia. Selain gelar resmi yang disebutkan sebelumnya, menjadi pilihan pelatih sekaliber Capello sebagai punggawa terbaik juga bukan merupakan prestasi yang bisa dipandang remeh, bukan?

Comments