Bolazola.com – Bundesliga tampaknya akan memiliki pemirsa dan penggemar baru.

Sementara sebagian besar penggemar sepakbola akan sangat sadar dengan keberadaan orang-orang seperti Robert Lewandowski, Erling Haaland, Timo Werner, Jadon Sancho serta bintang-bintang terkemuka Bundesliga lainnya, ada pemain lain yang mungkin tidak cukup bisa mengimbangi dari para pesepakbola yang disebutkan.

Namun melihat sejauh musim ini, ada enam pemain muda di sepakbola Jerman yang menonjol dan bisa menjadi bintang di masa depan.

Amine Harit (22 tahun) – Schalke

Bagi penggemar lama Bundesliga, Harit tidak akan menjadi nama baru. Tetapi setelah musim 2018-19, Harit menikmati musim terbaiknya di sepakbola profesional. Dengan raihan 6 gol dan 4 assist, pemain internasional Maroko itu telah menjadi pemain kunci bagi Schalke musim ini. Namun, semua keterlibatan golnya terjadi sebelum Natal, dan jika Schalke ingin mempertahankan tempat Liga Europa, pemain berusia 22 tahun itu harus bisa menunjukkan konsistensi.

Christopher Nkunku (22 tahun) – RB Leipzig

Merupakan produk akademi Paris Saint-Germain, Nkunku masuk ke skuad utama mereka musim lalu tetapi tidak bisa meraih tempat di starting XI. Leipzig telah melihat cukup banyak potensi dirinya dan menebus senilai € 15 juta, dan itu tampak bisnis yang bagus. Setelah mencetak gol dengan keunggulan teknis, Nkunku adalah spesialis bola mati, visi menyerang yang bagus dan bisa diandalkan di lini tengah.

Marcus Thuram (22 tahun) – Borussia Monchengladbach

Tidak ada banyak kesamaan antara Marcus dan ayahnya, Lilian, salah satu bek tengah terhebat di generasinya, tetapi bentuk fisik adalah salah satu yang diunggulkan. Marcus Thuram memiliki kecepatan, kuat, tinggi, atletis dan dengan dribbler yang bagus. Mampu bermain di mana saja dalam serangan, Thuram sangat berguna dari sisi sayap  dan ia telah memainkan peran dalam 14 gol liga musim ini, 8 di antaranya adalah assist.

Dayot Upamecano (21 tahun) – RB Leipzig

Jarang ada sosok bek tengah yang lebih lengkap dari Upamecano. Sangat terkait dengan kepindahan ke Bayern Munich pada akhir musim, pemain internasional Prancis U-21 itu tampak memiliki semuanya. Pendistribusian bola yang luar biasa disorot oleh fakta bahwa keberhasilannya 66% umpan panjangnya lebih baik daripada Mats Hummels (58), Manuel Akanji (55) dan Benjamin Pavard (61), sementara 35 intersepnya lebih banyak daripada Virgil van Dijk.

Giovanni Reyna (17 tahun) – Borussia Dortmund

Putra mantan gelandang Manchester City dan Amerika Serikat Claudio Reyna, Gio, tampaknya ditakdirkan untuk menjadi pesepakbola yang terpandang. Pemain berusia 17 tahun ini melakukan debut sebagai pengganti dalam kemenangan 5-3 atas Augsburg pada 18 Januari dan telah memainkan 7 pertandingan Bundesliga lainnya sejak itu. Meskipun sebagian besar membuat penampilan dari bangku cadangan, pendekatan langsungnya untuk dribble, kecepatan dan tekniknya seringkali dibandingkan dengan Kaka.

Jean-Clair Todibo (20 tahun) – Schalke

Seorang pendatang baru di Bundesliga, setelah bergabung dengan status pinjaman dari Barcelona pada bulan Januari, Todibo menjadi salah satu pemain yang menjadi sorotan. Schalke menerima bahwa tidak mungkin mereka akan dapat memicu klausul pembeliannya karena konsekuensi keuangan dari pandemi, tetapi perpanjangan masa pinjaman dikatakan sebagai kemungkinan. Bek tengah yang berbakat secara teknis itu memiliki potensi besar, namun kurang memiliki kesempatan di Camp Nou. Dia membuat 5 penampilan liga setelah bergabung dengan Schalke, dan meskipun hanya menjadi 2 kali starter, ia dianggap sebagai prospek penting.

Comments