Sejak didatangkan dari Benfica di awal musim, kiper Manchester City, Ederson Moraes telah menjadi sosok tak tergantikan di bawah mistar berkat kepiawaiannya menghalau bola dan melakukan umpan-umpan akurat. Pemain Brasil itu pun mengungkap rahasia di balik kemampuan mumpuninya tersebut.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip harianĀ Express, Ederson mengatakan bahwa ia sesungguhnya memulai karir sebagai pemain bertahan, dan gemar berlatih mengolah bola dengan kakinya. “Saat saya mulai bermain sepakbola saya mengawali di lini pertahanan” papar Ederson. “Sangat penting bagi saya untuk mempelajari sejumlah skill (di posisi tersebut), dan saya juga bermain futsal, jadi itu memberikan saya kemampuan di kedua kaki yang banyak membantu saya kemudian.” tuturnya.

Ederson juga mengatakan bahwa ia sebenarnya hanya coba-coba menjajal peran kiper, tapi langsung ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’ dengan posisi sebagai pengawal di bawah mistar gawang.

Kala pertama kali diperkenalkan sebagai kiper baru Manchester City, tak sedikit alis yang terangkat untuk Ederson Moraes. Pasalnya meski sudah cukup rutin bermain di Benfica, ia dipandang masih terlalu muda dan kurang memiliki mental untuk bermain di Liga Inggris nan keras. Kini, setelah empat bulan, pandangan negatif tersebut sudah sepenuhnya hilang, dan Ederson menjadi sosok kunci di bawah gawang City hingga pasukan Pep Guardiola tersebut sementara merajai klasemen. Pria yang tubuhnya dihiasi tato itu pun merasa kemampuannya terus meningkat setelah bermain untuk City.

“Saya telah memiliki banyak kemampuan dengan kaki dan saya melatihnya, tapi tim kami banyak membantu karena kita gemar menahan bola dan mengawali denganĀ build-up. Para pemain memberi saya banyak pilihan untuk mengumpan” beber dia.

Jika terus bermain konsisten seperti ini, maka Joe Hart (dan Claudio Bravo) sepertinya tak punya pilihan selain betul-betul hengkang musim depan.

 

Comments