Slaven Bilic

Mantan manajer West Ham, Slaven Bilic, mengatakan bahwa dia siap untuk kembali ke manajemen klub di tengah hubungan dengan Swansea City dan Middlesbrough.

Mantan pemain internasional Kroasia itu dipecat oleh Hammers pada November lalu dan belum bisa mendapatkian pekerjaan di tempat lain.

Pria 49 tahun itu pun telah dikaitkan dengan kuirsi kosong di Swansea, yang menyingkirkan Paul Clement pada 20 Desember, serta Middlesbrough yang bermain di Championship.

Bilic mengakui bahwa dia memiliki sejumlah penawaran dan akan menikmati kesempatan untuk mengambil peran baru “jika ada sesuatu yang benar-benar baik” yang diajukan.

“Banyak orang menelepon dari sini atau dari luar negeri. Banyak orang menelepon dan saya mempertimbangkan pilihannya,” katanya kepada Sky Sports (25/12/2017).

“Saya beristirahat sekarang ini, saya telah bekerja 12 tahun, setiap hari dan selalu ada di sana, bahkan di masa liburan musim panas, jadi saya butuh istirahat dan saya menikmati saat ini dan menikmati barang-barang ‘membosankan’, yaa lebih tepatnya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

“Saya tahu posisi saya di peta manajer atau pelatih, dan tahu saya mungkin bisa menunggu. Tapi saya tahu saya bukan salah satu yang terbesar yang dapat menghindari panggilan mereka selama setahun dan kemudian mengatakan sekarang saya kembali. Jadi, jika ada sesuatu yang benar-benar bagus, saya akan mempertimbangkannya, saya agak merindukannya, itu selalu mengalir di nadi Anda, tapi saya juga butuh istirahat.”

Bilic menginginkan peran lain di Premier League, namun dia mengatakan tidak ada kekhawatiran untuk bekerja di luar Inggris.

“Saya suka di sini, saya di sini sebagai pemain dan manajer dan saya tidak merasa aneh di sini, bahkan tidak ada hambatan bahasa,” kata mantan pelatih Besiktas tersebut.

“Ini adalah tempat yang tepat, tapi tidak harus selalu begitu, jadi lebih tergantung pada klub atau proyeknya. Jika ada proyek bagus dan klub bagus berasal dari negara lain, saya mungkin akan melakukan itu (menerima tawaran).”

Tapi Bilic, yang menjadi pelatih tim nasional Kroasia antara 2006 dan 2012, lebih memilih untuk tidak kembali ke kancah internasional lebih cepat.

“Saya berada di sana selama enam tahun ditambah dua tahun di tingkat U-21 Kroasia,” jelasnya. “Saya sangat menikmatinya, saya adalah pelatih negara saya dan tidak ada kehormatan yang lebih besar dari itu, dan tentu saja ada tanggung jawab dan tekanan, sehingga banyak membantu saya dan saat itu saya masih muda.

“Jangan pernah mengatakan tidak, tapi saya senang bekerja setiap hari, bersikap adil sebagai manajer klub.”

Comments