Direktur olahraga Paris Saint-Germain Leonardo mengatakan bahwa Kylian Mbappe ingin meninggalkan klub dan mengonfirmasi bahwa raksasa Perancis itu menolak tawaran dari Real Madrid.

Sumber mengatakan kepada ESPN pada hari Selasa bahwa Real Madrid melihat tawaran 160 juta euro ditolak, namun berharap untuk menyetujui kesepakatan sebelum jendela transfer ditutup pada 31 Agustus.

“Kylian Mbappe ingin pergi, itu tampak jelas,” kata Leonardo kepada media Perancis RMC. “Jika dia ingin pergi, kami tidak akan menahannya, tetapi itu akan dilakukan dengan kondisi yang sesuai keinginan kami.

“Kami telah berbicara banyak dengan Kylian dan dia selalu mengatakan hal yang sama kepada kami. Kylian selalu berjanji kepada kami bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan klub dengan status bebas transfer.”

Mbappe memiliki satu tahun tersisa di kontraknya bersama PSG dan telah menolak beberapa tawaran perpanjangan, yang berarti klub Ligue 1 berisiko kehilangan dia dengan status bebas transfer pada Juni 2022.

Dalam wawancara bersama dengan empat media Perancis dan surat kabar Spanyol Marca

Advertisement
pada hari Rabu (25/8/2021), Leonardo mengecam pendekatan Real Madrid terhadap negosiasi, menyebut perilaku mereka ‘tidak sopan, tidak benar, ilegal dan tidak dapat diterima’.

“Secara verbal kami sudah mengatakan tidak kepada (Real) Madrid,” tambah Leonardo. “Kami belum menerima tawaran lain. Kami tidak ingin dia pergi, kami tidak pernah membayangkannya, kami membuat tawaran yang sangat penting dan tawaran kedua yang lebih baik untuk diperbarui.

“Pemain memberikan janjinya bahwa dia tidak akan meninggalkan PSG secara gratis tetapi pada akhirnya itu terlihat seperti strategi baginya untuk pergi secara gratis.”

PSG menandatangani Mbappe dari AS Monaco seharga 180 juta euro pada 2018 setelah pinjaman satu tahun dan Leonardo mengatakan mereka tidak siap untuk melepasnya dengan harga lebih rendah dari itu.

“Kami tidak akan melepas seorang pemain dengan harga kurang dari yang kami bayarkan untuknya pada usia 18 tahun,” tambahnya. “Kami harus membayar sejumlah hutang ke Monaco, dan kami tidak menganggap tawaran itu cukup.”

Advertisement
Comments