Pertandingan Ligue 1 antara Olympique Lyon dan Olympique Marseille dibatalkan setelah pemain Marseille Dimitri Payet terkena botol yang dilemparkan dari para penggemar tuan rumah, membuat Ligue 1 mendapat kekacauan baru.

Payet terjatuh saat dia bersiap untuk mengambil tendangan sudut dan para pemain kedua tim dikirim ke ruang ganti oleh wasit, Ruddy Buquet, yang memutuskan untuk meninggalkan pertandingan setelah ditunda hampir dua jam.

Payet, yang menurut pihak Liga Prancis juga menjadi sasaran ‘komentar diskriminatif’, meninggalkan lapangan dengan bungkusan es di kepalanya.

Penyiar stadion awalnya mengatakan bahwa pertandingan akan dimulai kembali, dengan para penggemar diingatkan bahwa kericuhan berikutnya membuat pertandingan sepenuhnya dibatalkan, dan para pemain Lyon turun ke lapangan untuk melakukan pemanasan. Namun, tim asuhan Jorge Sampaoli tetap berada di ruang ganti, sebelum pertandingan dinyatakan ditunda saat stadion yang hampir kosong sebelum pukul 22.45 waktu setempat.

“Wasit yakin kondisi keselamatan tidak terpenuhi,” kata penyiar stadion.

Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, kemudian berkata: “Wasit memanggil semua orang untuk kedua kalinya untuk mengumumkan bahwa dia telah berubah pikiran.”

Advertisement

Aulas mengirim pesan ke Payet melalui akun Twitter resmi klub: “Kami mengirimkan permintaan maaf kami kepadanya. Pelaku langsung dilaporkan dan ditangkap. Ini adalah tindakan yang terisolasi.”

Sementara itu pihak Liga Perancis mengatakan komisi disipliner akan berkumpul untuk pertemuan darurat awal pekan ini.

Ligue 1 telah dirusak oleh masalah para penggemar musim ini. Nice kehilangan dua poin, salah satunya ditangguhkan, setelah insiden serius selama pertandingan melawan Marseille, yang pemainnya bentrok dengan penggemar tuan rumah yang melempari mereka dengan banyak benda dan menyerbu ke lapangan pada bulan Agustus.

Derby antara Lens dan Lille juga dilanda masalah penonton pada bulan September, dengan tertundanya babak kedua sekitar setengah jam setelah penggemar saling melempar benda, memaksa polisi anti huru-hara dan stewards turut campur tangan. Ada juga masalah penggemar di Montpellier, Angers, Marseille dan Saint-Etienne.

Advertisement
Comments