Mantan penyerang Leeds United, Tony Yeboah, belum lama ini kembali menjadi sorotan media setelah memberikan klarifikasi perihal isu ‘kematian’ dirinya yang santer berhembus di sosial media. Pemain asal Ghana itu menghimbau oknum-oknum penyebar berita palsu itu agar segera menghentikan aksi fitnah mereka.

Seperti dilaporkan harian Sun, sejumlah akun sosial media dan setidaknya satu website asal Amerika Serikat mengklaim Yeboah meninggal setelah mengalami serangkaian serangan epilepsi kala berada di London. Yeboah, yang nyatanya masih bernafas, segera muncul ke publik dan menepis kabar keji tersebut.

“Orang-orang yang berada di belakang kisah semacam ini harus berhenti. Bukan hanya kepada saya mereka telah melakukan hal itu. Belum lama ini, mereka melakukan hal yang sama pada Abedi Pele, dan itu tidak baik” cetus Yeboah dengan nada kesal. “Anda tidak perlu menggunakan sosial media untuk hal ini, saya bahkan tidak sakit saat saya mendengarnya, maka saya sangat kaget” imbuhnya.

“Bibi saya melihat (kabar itu) di sosial medua dan memberitahu saya. Saya mau meyakinkan semua yang telah dikuatirkan oleh berita tersebut bahwa itu tidak benar. Saya masih hidup” tukas Yeboah.

Anthony Yeboah angkat nama kala membela Leeds United di pertengahan 90’an, terutama setelah tendangan geledeknya ke gawang Liverpool. Ia kemudian dijual ke klub Jerman, Hamburg SV setelah tak masuk skema pelatih baru The Reds kala itu, George Graham. Saat ini, Yeboah menjabat sebagai presiden klub Ghana, Berekum Chelsea.

Comments